Kebanyakan orang tidak bisa membedakan antara moral dengan Akhlaq. Moral yang identik dengan kebajikan, kedermawanan, sopan santun, senyum, sapa, hormat dan sikap2 terpuji lainnya disebut juga Akhlaq. Padahal sikap demikian juga dilakukan oleh Shidarta Gautama, Putri Diana, Bunda Theresa dan orang2 non muslim lainnya. Jika moral adalah akhlaq apakah Putri Diana seorang yang berakhlaq mulia?.
Jika Akhlaq selalu identik dengan kenyamanan, ketenangan, kedamaian, apakah para mujahid yang berperang dan membunuh di jalan Alloh tidak berakhlaq ?. Atau seorang mujahid yang siap meninggalkan Anak dan istri demi panggilan jihad, dia tidak berakhlaq ?.
Moral adalah kecenderungan sikap manusia, ia berpotensi selalu ingin berbuat kebajikan. Namun belum terjamin dia mendapat nilai dari Alloh, karena tindakannya berdasar instink belaka. sementara Akhlaq adalah sikap seseorang yang berlandaskan Aqidah dengan kesiapan menjalankan Syari’at. Seorang Nabi Ibrahim As yang siap menjalankan perintah Alloh, yaitu menyembelih putranya, Ismail adalah Akhlaq mulia.
Seorang “Da’i” yang selalu menggembar-gemborkan senyum, sapa, hormat, toleran, baik adalah seorang moralis sejati, bukan seorang Da’i Akhlaqiyah, tak ubahnya Putri Diana dan Bunda Theresa. Apalagi isi ceramahnya tanpa dibarengi dengan ayat-ayat Qur’an.
Januari 3, 2008 pukul 10:58 am
Setiap orang yang berakhlaq pasti bermoral, tapi tak semua orang yang bermoral itu berakhlaq.
Januari 3, 2008 pukul 3:03 pm
Ana setuju , memang semua orang memilki moral, namun akhlak..hanya seorang muslim yang memilikinya !
Januari 4, 2008 pukul 2:54 am
Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Secara bahasa, akhlak sebenarnya bersepadan dengan kata moral dan etika. Kalau tidak percaya, coba cari apa padanan kata dari etika dan moral dalam bahasa Arab?
Januari 6, 2008 pukul 7:04 am
Jazaakumulloh atas komentarnya…
Alloh akan senantiasa menghargai setiap pendapat/ijtihad, salah dapat 1 pahala, benar 2 pahala. Hanya orang yang tidak punya argumen saja yang diancam Alloh dgn Jahannam,lihat Qs 7 : 179
Januari 12, 2008 pukul 3:41 pm
terima kasih
saya dapat pelajaran berharga
salam
Januari 15, 2008 pukul 6:29 am
Salam kembali…..semoga kita dapat menjalin Silaturahim……….!
saya kembali tegaskan, bahwa AKHLAQ itu adalah buah daripada SYARI’AT yang dilandasi AQIDAH.
Klo diibaratkan POHON, AKHLAQ itu adalah BUAH, SYARI’AT adalah POHON dan AQIDAH adalah AKAR
Juli 3, 2008 pukul 1:57 pm
maaf di luar konteks Kepada pengelola situs perindu kebenaran, saya mau tanya bentuk pembinaan di Dinul Islam itu yg benar seperti apa?
Juli 9, 2008 pukul 10:17 am
Samoga antum menjadi orang yang memilki PROFIL seperti SALMAN AL-FARISI pencari kebenaran sejati, yang tidak pantang menyerah u/mndapat KEBENARAN dariNYA. Dan Insya 4JJI, Allah akan mempertemukan DINNYA (QS 30:30), serta membina dengan DIN-NYa, lihat Qs 62:2 itulah metode pembnaan Dinul Islam……..Salam