NKRI ini benar-benar negara badut….
![]()
, seorang penegak hukum selevel jaksa saja ternyata dihukum…karena menerima suap sejumlah uang $ 660 ribu US, kalau dirupiahkan lebih dari 600 milyar rupiah.
Ternyata…. tidak berlebihan kekhawatiran Amrozi, saat disidang kasus Bom Bali. Ketika itu Amrozi yang divonis hukuman mati ditawari sepatu oleh Urip Tri Gunawan, sang Jaksa Tersangka, karena dalam persidangan Amrozi kerap memakai sandal. Apa jawaban Amrozi, “Saya tidak mau, karena khawatir Sepatu yang diterima uang hasil dari korupsi”. Dan kini terbukti…..!.
Seharusnya tuntutan hukuman mati oleh Urip terhadap Amrozi, harus juga diterima oleh pak Urip, betul gak?.
Habis korupsi ternyata menyengsarakan ratusan juta rakyat negeri ini
….. Harga-harga kebutuhan pokok yang naik, menjerat leher rakyat, dari mulai beras, terigu, minyak goreng sampai harga bala-bala, comro dan gehu yang dulu cuma seratus perak, sekarang jadi seribu perak. Terus rakyat tidak punya kesempatan mendapat penghasilan, yang bekerja terkena PHK, yang berdagang merugi semenjak harga bala-bala dinaikkan, ukurannya diperkecil. Begitu juga pedagang keliling sering dipalak, aeh ditilang aparat berseragam coklat dengan aturan yang dibuat-buat. Itu karena ulah para koruptor………
Amrozi membom Bali, gudangnya maksiat, membunuh turis-turis bule yang membawa oleh-oleh penyakit (AIDS dan Narkoba) dari negerinya dan sedang berpesta fora harus dihukum mati. Sementara Urip dan koruptor-koruptor lainnya yang membunuh ratusan juta rakyat tak berdosa dengan perlahan-lahan karena kelaparan tak pernah ada kabar dihukum mati, malah yang ada adalah kabur ke luar negeri.![]()
Maret 5, 2008 pukul 3:10 am
Saya setuju hukum mati aja Jaksa Urip itu, yang ternyata lebih mementingkan diri dari pada rakyat indonesia yang mayoritas muslim ini. dengan uang 600 milyard bisa membebaskan koruptor 51 trilun rupiah……. weleh….. weleh….. edan tenan… (uang segitu buat apa yaa…..?)
Juli 18, 2008 pukul 1:24 pm
Eduaan tenan si Urip kaya gitu koq ya urip, kasian jekso jekso yang lain, sudah rapi lan apik korupsine anteng gleneng ngerti ngerti sugih….. We laa dalah dasar Urip. Akire semua bangsa indonesia sing kebetulan bapake jekso, utowo anake jekso, sedulure jekso, kancone jekso, tanggone jekso podo manggut manggut……… oohhhhh, pantes sugih, omahe apik…. lha wong dadi jekso koyo si Urip, yo sugih. He he he.
Juli 26, 2008 pukul 3:09 pm
SANGAT DISESALKAN SEANDAINYA MEMANG BETUL AMROZI CS BENAR2 DAPAT MEMBUAT BOM YANG SANGAT AMPUH DAN SEDASYAT ITU KENAPA TIDAK DIMANFAATKAN OLEH PEMERINTAH SAJA GUNA PENGEMBANGAN SEBAGAI TENAGA AHLI DALAM MEMBANGUN FASILITAS KEAMANAN/KEKUATAN MILITER, SEBAB DIINDONESIA INI BANYAK FROFESOR TAPI …………………. YANG SEHARUSNYA TIDAK PERLU MEMBELI PERSENJATAAN/BAHAN LEDAK DARI LUAR NEGERI LAGI TINGGAL DIARAHKAN SAJA SESUAI KEBUTUHAN.
YANG JADI PERTANYAAN :
1. BENARKAH AMROZI PENCIPTA BOM SEJENIS C4 ?
2. ADA PERMINTAAN HUKUM PANCUNG APAKAH DAPAT DIKABULKAN ?
3. ADAKAH MINAT PEMERINTAH UNTUK MEMPERSAMAANKAN/PENYESUAIAN DALAM BENTUK KEADILAN YANG SAMA ANTARA KORUPTOR DAN TERORIS YANG PERLU/DAPAT DISEPADANKAN HUKUMANNYA ?