Posted by: elfatih2007 on: Desember 23, 2008
Sebutan HABIB atau HABAIB (jamak) adalah orang atau kelompok yang mengaku keturunan Nabi Muhammad Saw. Mereka merasa bangga menjadi keturunan Nabi Muhammad Saw dan membubuhkan nama “Habib” didepan namanya. Kelompok ini menamakan kelompok Sunny dan menganggap sebagai keturunan Nabi atau bangsa Quraiys.
Padahal dalam Islam jalur keturunan yang diakui adalah jalur “ayah”. Dimana Nabi Muhammad Saw tidak mempunyai keturunan putra laki-laki. Tetapi putri beliau adalah Fatimah radiyallohu anha. Kalau memakai jalur ayah maka Husen dan Hasan adalah putra Ali r.a, Ali putra Abu Tholib dan Abu Tholib putra Abdul Mutholib.
Jadi memakai nama Habib bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi keturunan Ali bin Abu Tholib. Begitu juga yang meyakini Ali r.a adalah pelanjut kepemimpinan syah (kelompok ahlul Bayt/Syi’ah). Ali bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, melainkan putra Abu Thalib.
Nabi Muhammad tidak menurunkan dan mewariskan kenabian/nubuwah kepada keturunannya. Apalagi beliau tidak memiliki putra laki-laki yang hidup hingga dewasa dan memiliki keturunan. Sebagaimana firman Allah Saw, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasululullah dan penutup para Nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs al-Ahzab [33] : 40).
Dari ayat diatas saja kita bisa memahami bahwa dalam Islam, seandainya Nabi Muhammad Saw sekalipun memiliki keturunan laki-laki, beliau tidak akan mewariskan gelar kenubuwahan. Tetapi beliau hanya mewariskan “MISI dan FUNGSI KERISALAHAN kepada umatnya (lihat Qs 3 : 144). Siapa saja yang melanjutkan fungsi dan misinya itulah umatnya yang akan mendapatkan syafa’at.
Dalam islam tidak dikenal Dinasti (pemerintahan turun temurun), karena ini akan melanggar prinsip islam. Dimana dalam Islam hanya orang bertaqwalah yang dimuliakan Allah Saw (Qs al-hujurot [49] : 13) dari bangsa manapun ia berasal dan dari keturunan siapapun ia dilahirkan, maka orang bertaqwalah yang berhak menjadi pelanjut kepemimpinan Rasulullah Saw.
Semoga tulisan ini juga menyadarkan bahwa kepemimpinan pasca Khulafaurrasyidin yang menggunakan sistem Dinasti , hingga kerajaan Arab Saudi yang kini sedang berkuasa sudah keluar dari prinsip-prinsip Islam.
Aduh mas, coba njenengan cari referensi hadis yang banyak, ingat! tulisan anda dibaca orang banyak dan akan diminta pertanggungjawaban kelak! Apalagi ini menyangkut Rosul sawaw dan keturunannya! Sekali lagi cari referensi dulu!
Sebelum anda menyesal kelak!
Justru itulah mas Habib Imam…, tulisan ini sebagai tanggung jawab saya sebagai muslim-untuk menyadarkan kekeliruan orang2/klompok trtentu dalam mmahami islam, mmahami junjunan kita Nabi Saw, mmahami prjuangannya, kerislahannya. Mmahami bahwa islam tdak mngnal hal2 yg bersifat “KULTUS INDIVIDU”, Figuritas(Qs 3:31). Islam adalah sbuah ADDIN (Qs 3:19, 3:85), sstem hdup dan khidupan yg tlah dicontohkan tata plaksanaannya oleh Rasululah Saw….
bang imam
Tidakkah anda mmbaca ayat-ayat al-Qur’an…..yg ada dalam tulisan diatas. Itu sudah jelas tanpa dprjlas dgn hadits skalipun, smntara hadits sbgai pnjlas al-Qur’an….!!!.
Hilangkanlah sikap2 figuritas, kultus individu….!!!
Desember 23, 2008 pada 7:49 am
betul, Allah hanya memuliakan seseorang berdasarkan tingkat keimanan/ketakwaannya, berdasarkan keilmuannya. Jadi tidak dilihat latar belakang keturunannya