Sebutan HABIB atau HABAIB (jamak) adalah orang atau kelompok yang mengaku keturunan Nabi Muhammad Saw. Mereka merasa bangga menjadi keturunan Nabi Muhammad Saw dan membubuhkan nama “Habib” didepan namanya. Kelompok ini menamakan kelompok Sunny dan menganggap sebagai keturunan Nabi atau bangsa Quraiys.
Padahal dalam Islam jalur keturunan yang diakui adalah jalur “ayah”. Dimana Nabi Muhammad Saw tidak mempunyai keturunan putra laki-laki. Tetapi putri beliau adalah Fatimah radiyallohu anha. Kalau memakai jalur ayah maka Husen dan Hasan adalah putra Ali r.a, Ali putra Abu Tholib dan Abu Tholib putra Abdul Mutholib.
Jadi memakai nama Habib bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi keturunan Ali bin Abu Tholib. Begitu juga yang meyakini Ali r.a adalah pelanjut kepemimpinan syah (kelompok ahlul Bayt/Syi’ah). Ali bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, melainkan putra Abu Thalib.
Nabi Muhammad tidak menurunkan dan mewariskan kenabian/nubuwah kepada keturunannya. Apalagi beliau tidak memiliki putra laki-laki yang hidup hingga dewasa dan memiliki keturunan. Sebagaimana firman Allah Saw, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasululullah dan penutup para Nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs al-Ahzab [33] : 40).
Dari ayat diatas saja kita bisa memahami bahwa dalam Islam, seandainya Nabi Muhammad Saw sekalipun memiliki keturunan laki-laki, beliau tidak akan mewariskan gelar kenubuwahan. Tetapi beliau hanya mewariskan “MISI dan FUNGSI KERISALAHAN kepada umatnya (lihat Qs 3 : 144). Siapa saja yang melanjutkan fungsi dan misinya itulah umatnya yang akan mendapatkan syafa’at.
Dalam islam tidak dikenal Dinasti (pemerintahan turun temurun), karena ini akan melanggar prinsip islam. Dimana dalam Islam hanya orang bertaqwalah yang dimuliakan Allah Saw (Qs al-hujurot [49] : 13) dari bangsa manapun ia berasal dan dari keturunan siapapun ia dilahirkan, maka orang bertaqwalah yang berhak menjadi pelanjut kepemimpinan Rasulullah Saw.
Semoga tulisan ini juga menyadarkan bahwa kepemimpinan pasca Khulafaurrasyidin yang menggunakan sistem Dinasti , hingga kerajaan Arab Saudi yang kini sedang berkuasa sudah keluar dari prinsip-prinsip Islam.
betul, Allah hanya memuliakan seseorang berdasarkan tingkat keimanan/ketakwaannya, berdasarkan keilmuannya. Jadi tidak dilihat latar belakang keturunannya
Goblog loe…ngga pernah ngaji kali.makanya belajar di musholah, jangan ama orang kafir.
@din: seharusnya anda yang harus ngaji..:)
Aduh mas, coba njenengan cari referensi hadis yang banyak, ingat! tulisan anda dibaca orang banyak dan akan diminta pertanggungjawaban kelak! Apalagi ini menyangkut Rosul sawaw dan keturunannya! Sekali lagi cari referensi dulu!
Sebelum anda menyesal kelak!
Justru itulah mas Habib Imam…, tulisan ini sebagai tanggung jawab saya sebagai muslim-untuk menyadarkan kekeliruan orang2/klompok trtentu dalam mmahami islam, mmahami junjunan kita Nabi Saw, mmahami prjuangannya, kerislahannya. Mmahami bahwa islam tdak mngnal hal2 yg bersifat “KULTUS INDIVIDU”, Figuritas(Qs 3:31). Islam adalah sbuah ADDIN (Qs 3:19, 3:85), sstem hdup dan khidupan yg tlah dicontohkan tata plaksanaannya oleh Rasululah Saw….
bang imam
Tidakkah anda mmbaca ayat-ayat al-Qur’an…..yg ada dalam tulisan diatas. Itu sudah jelas tanpa dprjlas dgn hadits skalipun, smntara hadits sbgai pnjlas al-Qur’an….!!!.
Hilangkanlah sikap2 figuritas, kultus individu….!!!
kalau bukan dari para habaib or ulama ente harapin syafaat dari siapa,ente kenal nabi,kenal alloh dari siapa?ente yakin ibadah ente udah sempurna,ga da cacat’y,udah sempurna belum wudhunya?ente tau ga yang bawa islam ke indonesia?
yg bawa islam ke indonesia adalah para sahabat…
dpat syafaat dari Nabi Muhammad bukan dari habib
kita yakin buka we ku sia Al-Qur’an surat maryam ayat 78
matak penulis ngemeng kitu ge geus leuwih ti sia goblog…..
SYAFAAT HANYA DARI RASUL MUHAMMAD…ulama dan para habaib g dpt memberi syafaat..
betul sekali, maknya kalo mo ngartiin alquran..pake ilmu.tau arti, tapi ga tau penjelasan dan pemahaman yang betul2…
anda pernah dengar hadist nabi yg berbunyi “semua nasab berasal dari laki2. kecuali fatimah dia langsung bernasab padaku” barang siapa yang menyakiti fatimah berarti menyakitiku.
antum berani bersumpah atas nama Allah bahwa apa yang antum baca benar. bagaiman jika para habib itu bany6ak yang menyimpang. tepatkan dia mengambil nasap nabi yang lurus.
habib terlaknat, bisanya cuma ngehina ahwal (non arab)
ini hadist perawi ny siapa???teliti dulu ke shahihan nya..
Nabi Saw hanya mewariskan dua perkara, yaitu al-Qur’an dan As-Sunah,,,beliau tidak mewariskan gelar yang kini dibangga-banggakan oleh yng mnamakan diri HABIB. derajat Ketaqwaan itu tidak dinilai dari nasab/keturunan, tapi siapa saja yang Dia kehendaki…bukankah Kan’an juga keturunan Nabi?tapi?
yang ngomong sok pinter sok bener..kayaknya ente ente udah ada jaminan surga…duh..hati hati ..kalo ngomong..entar jadi orang pinter silat lidah tapi perbuatan ngak sesuai apa yang diomongkan…..
emank udah ada jaminan surga
so what gth loch……
ya betul sekali yang dikatakan orang-orang yang tidak setuju. kita harus paham bahwa habib itu gelar yang artinya kekasih Allah. tetapi hari ini banyak habib yang ngaku keturunan rasul yang tercela. mereka tidak mau menegakkan syareat islam malah berjuang menegakkan paham kesyirikan. jadi habib seperti itu bukan lah kekasih Allah tetapi kekasih syaithon. Kita semua yang taat kepada perintah Allah dan mengikuti sunah rasul itullah yang habib sebenarnya meskipun kita tidak mau menggunakan gelar tyersebut.
betul betul betul…heheheeh
Habib itu banyak jenisnya ada habibbullah ada habibbusysyaithon. orang yang ngaku habib mestinya harus mengambil rasul sebagay suri tauladan berjiahad menegakkan kalimat Illah, li i’lai kalimatillah hingga hukum syariat Islam berlaku seluas luasnya dikalangan umat umat islam khususnya. rela berkorban dengan jiwa raga dan nyawa serta apapun jua berdasarkan sebesarbesar taqwa agar khilafah tegak dimuka bumi. berani mengatakan yang bathil tetaplah bathil dan yang haq adalah haq, bukannya memanipulasi gelar habib untuyk mendapat kan keuntungan dunia. ngerti para habib
Assalamualaikum Wr. Wb.
Saudara-saudara rahimakumullah
Habib itu hanyalah gelar tradisi bagi para alawiyin (keturunan Fatimah RA. dan Ali bin Abu Tholib RA.). Habib hanya manusia biasa seperti halnya non-habib. Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk Islam. Banyak dari mereka yang menjadi ulama, tapi tidak sedikit pula yang menjadi ahli maksiat. Jadi janganlah gelar tersebut dijadikan barometer kesalehan seseorang. Semua dikembalikan pada ketaqwaannya kepada Allah SWT.
(Catatan: Penulis sendiri adalah seorang alawiyin)
Wallahualam bissawab
Ralat:
Kalimat: Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk Islam
Seharusnya: Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk syurga
Wassalamualaikum Wr. Wb.
shahih bib,,,ana setuju ma nt..inna akromakum indallahi atkokum..(alafu kalo tulisan latin nya salah)
Waduh …. semuanya benar dan masing-masing punya pemahaman dan pendapat……bukankah ibadah seseorang kembali kepada niat hatinya dan ihklas dalam menjalankan perintahnya…….. kenapa yang diributkan selalu saja masalah nasab ,,,, kenapa kita tidak membahas tentang kehidupan rasullowlah disaat muda sebagai pengusaha yang mandiri…..jujur dan pekerja keras tanpa meminta-minta kepada orang lain..Ceramah jangan hanya seputar surga dan neraka coba deh diselingi ceramah sikap mentalitas rasulllawloh yang begitu kuat sehingga generasi muda sekarang bisa mandiri bisa mencontoh rasulluwloh, menjadi generasi jujur, pekerja keras, dan tidak pernah mengeluh dalam setiap keadaan.Ada ga yahh ceramah yang isinya seperti ini…. kalau ada beritahu yahhhh…cape kalau cuman hanya mikirin nasab
Belajar untuk satu kata satu perbuatan biar ga terlalu banyak omong ahhhh. bertindak dan bertindak
mari kita muhasabah dan jangan saling mencela satu dg yg lain,intinya amaliyah yg perlu kita kedepankan dan bukan omongan2 yg bersifat Kamuflase, ALLAHU AKBAR…
Assalamualaikum wr.wb.
Mohon ma’af sebelumnya…. ada yg tau nggak arti kata “habib” itu sendiri??
Wassalam.
keturunan Rasul saw dari putra husein bin Ali kw adalah Ali Zainal Abidin yg selamat di perang Karbala, yg kemudian berketurunan Imam Muhammad Baqir, berketurunan Imam Jakfar shadiq dan berkesinambungan hingga kini, dan keturunan rasul saw dari putra Hasan bin Ali kw pun banyak.
dan riwayat ini mutawatir dan diakui oleh seluruh Madzhab, sejarahpun mencatatnya.
hadits yg mendukung ini banyak, diantaranya bahwa semua keturunan adalah dari ayahnya, kecuali anak anak Fathimah, ia bernasab padaku, diantaranya teriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.
dan dalil terkuatnya adalah ketika diantara orang kuffar Quraisy mencela Nabi saw bahwa beliau saw itu putus keturunan (abtar), karena tidak punya anak lelaki, maka Allah swt menjawab celaan mereka dan membantahnya, : firman Allah swt : “Dan sungguh yg memusuhimu itulah yg terputus keturunannya (QS Alkautsar 3)
jelas sudah bahwa Allah swt membantah bahwa keturunan Nabi saw terputus.
Kalau kita lihat silsilah Saidina Muhammad SAW, maka jelas ada benang merah ttg nasab tsb. Hasyim, ayah dari Abdul Muthalib, kakek dari Saidina Muhammad SAW, beliau anak tunggal. Abdul Muthalib sendiri, juga anak tunggal krn. orang tuanya, Hasyim meninggal sebelum Abdul Muthalib lahir.Tapi, anak Abdul Muthalib banyak, yang bungsu Abdullah, orang tua Saidina Muhammad SAW, juga wafat sebelum Saidina Muhammad SAW lahir. Berarti, Saidina Muhammad SAW anak tunggal juga.
Lalu, anak lelaki Saidina Muhammad SAW dengan Bunda Khadijah, baik Ibrahim dan Abdullah, juga tidak hidup lama krn meninggal sebelum dewasa. Karena itu, oleh kelompok musuh Nabi Muhammad SAW slalu mencela akan putusnya nasab beliau krn tidak ada anak laki-laki penerus nasabnya. Bayangkan, jika ada anak lelaki beliau yg mempunyai keturunan, entah bagaimana para penerus dinasti Saidina Muhammad SAW tersanjung-sanjung.
Inilah mukjizat Allah SWT pada Nabi kita Muhammad SAW, nasab beliau diputuskan supaya tidak ada yang mengklaim ‘mereka’ adalah keturunan Saidina Muhammad SAW, keturuna nabi dan keturunan rasul. Jadi jika merujuk pada QS. 33:4-5 jelas bahwa nasab itu hanya dari pihak laki-laki bukan perempuan, otomatis mahkota ‘ahlul bait’ dari keluarga Saidina Muhammad SAW itu terputus sampai Bunda Fatimah saja. Artinya anak-anak dari Saidina Ali bin Abi Thalib, ya otomatis bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib yang tidak mewarisi tahta ‘ahlul bait’.
Apa hikmahnya, baik kelompok Syiah maupun habaib yang sama-sama mengaku keturunan ‘ahlul bait’ tidak perlu bertengkar lagi karena mahkota ‘ahlul bait’ yang diperebutkannya itu memang ‘sudah’ tak ada lagi. Damailah wahai umat Islam, umat Muhammad SAW, tak perlu memperebutkan dinasti ‘keturunan’-nya, karena besok dihadapan Allah SWT kita akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing, tak ada pilih kasih, ooo itu keturunan ini,oo itu keturunan itu dsb.
Sip @ elfan…itulah maksud tulisan saya diposting….!
sekedar sedikit tambahan bagi para habib dan habibbah
“yang menjadi persoalan di umat adalah. takutnya umat akan terjerumus kedalam dosa”
1.makanya umat ingin menanyakan bagaimana status seperti itu. apakah benar pandangan yang beredar dimasyarakat mengenai “HABIB” itu sendiri? karena dibanyak daerah dan khususnya daerah yang banyak beredar paham syiah selalu mengagungkan “ahlul bait” sehingga mereka diumpamakan seperti Rasullah itu sendiri.
2.pengkotakan dalam hal keturunan dan menganggap keturunan “HABIB” pasti baik.sehingga dalam pandangan para habaib pun dilarang menikahkan anak wanitanya dengan yang selain dari pada kelompok habaib juga. Apakah sikap ini sesuai dengan firman Allah dalam al-quran yang mengatakan bahwa manusia itu tidak ada bedanya selain ketakwaan kepada Allah. apakah orang yang bukan golongan habaib sudah pasti tidak taat terhadap Allah?
3. Apakah hukumnya hadis yang bertentangan dengan ayat al quran seperti yang ditampilkan oleh saudara 151
“hadits yg mendukung ini banyak, diantaranya bahwa semua keturunan adalah dari ayahnya, kecuali anak anak Fathimah, ia bernasab padaku, diantaranya teriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.”
apakah hadis ini bermaksud menambah ayat al-quran (surah 33 dan 4-5) dan membatalkan ayat alquran (surah 33 ayat 40)?
Demi Allah yang menjadi ILLAH ku aku bersaksi apabila dengan mengamalkan ayat al-quran tindakan ku dianggap salah dan di cap sebagai golongan yang sesat oleh manusia maka iklas lah dalam diri ini.
DAN apabila dengan mengamalkan ayat al-quran dan menyampaikannya aku dianggap sebagai golongan yang durhaka maka aku ada didalamnya.
Mohon penjelasannya
dari hamba yang ummi dan fakir akan ilmu.
Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan yang mencintai Allah dan rasul-Nya serta menjaga dan mengamalkan ajaranya.
RABBANI
Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada di 3 (tiga) ayat dan 3 surat.
1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah isteri dari Nabi Ibrahim.
2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.
3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.
Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah, lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya?
Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan pada Nabi Muhammad SAW
Subhanallah…
saya dapet Ilmu lagi…
ternyata ngga lugi blog walking yah…
catatan:
Insya Allah kita semua masuk surga….
syaratnya adalah taqwa,,,
bukan yang lain…^^
Wallahua’lam Bishsowwab…
http://kasatrianstks.wordpress.com/
Al-Hasan dan al-Husein adalah cucu Rasulullah yang beliau sayang, di cium dan digendong, keduanya adalah keturunan Rasulullah. Bahkan Imam Malik dan Imam Abu Hanifah juga berguru kepada keturunan Rasulullah yakani Imam alBaqir. Hati-hati terhadap tulisan orang jahil semacam ini, yang sudah terjangkit virus Wahhabiyah. Bisa-bisa kalian dijauhkan dari hidayah, Na’udzubillah min dzalik. Dia pikir, Imam Mahdi kelak dari keturunan siapa ?. []
beuh,,so tau..
yang jahil itu yang tidak bepetunjuk dan tidak mau diberi petunjuk,,
standar yang digunakan adalah rasa, nenek moyang, prasangka, kebanyakan orang, dan aturan manusia itulah orang2 jahil sebenarnya,,:p
Hidayah diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia Kehendaki, bukan monopoli seseorang atau kelompok, baik itu yang mengaku keturunan Nabi (Habib, ahlul Bait, Syia’h) atupun yang mengaku kelompok Sunni, Wahabi….!
Yang Mulia dihadapan Allah hanyalah orang yang bertaqwa (Qs 49 : 13).
Dan yang disebut orang2 Jahil adalah yang terlalu bangga dengan diri, keturunan ataupun sukunya sebagaimana halnya masyarakat Quraiys Jahiliyah yang berkelompok2 berdasarkan Nasabnya, ada Bani Hasim, Bani Mutolib, Bani Thoif dsb…, pasca Rasululah Saw wafat kebiasaan Jahil ini dilanjutkan oleh yang mengaku-ngaku keturunan beliau (yang skarang mngaku Habib keturunan Nabi,keturunan Hasan-Husen,Syiah dsb).
Imam Mahdi(Isim Fail dari kata Hidayah) artinya, Imam/Pemimpin yang akan memberikan jalan Hidayah/Petunjuk. Pemimpin itu tidak bisa diklaim skrang o/klompok trtntu, apalagi yg taklid buta. Itu bisa dari keturunan atau bangsa manapun, asal ia benar2 mengikuti petunjuk Allah yang telah diperagakan o/RasulNya Saw…..
Mohon Fahami yah saudara al-Shahabi (jangan sampe ketaklidan anda trhadap nenek moyang mmbuat anda berfikir Jahil)< Naudzubillahi mindzalik………….
alhamdulillahirabbil alamin
Segala Puji bagi Allah pemilik semesta alam.
Alangkah indahnya seruan dalam judul ini…
Namun akan lebih indah jika lebih diutamakan penekanan makna daripada kata “HABIB”. Kemudian ada penjelasan akar masalahnya yaitu jika manusia beribadah/beraqidah Islam tetapi menggunakan parameter kebenaran yang bukan pada tempatnya seperti memuja HABIB su’, Ulama Su’ dll dan disertai perbuatan taqlid buta terhadapnya.
contoh kasusnya sebagai berikut;
1. kata si Fulan kalo si Fulan sudah benar Islamnya, karena sering ikut pengajian Habib “Anu”.
2. Si Fulan sangat yakin sudah di jalan yang lurus dan akan menutup diri dari ilmu Islam jika bukan si Habib “Anu” yang menyampaikannya.
3. si Fulan akan “berjihad” jika Habib “Anu” yang di-idolakannya di olok-olok.
dan lain sebagainya…
jelas-jelas pemahamanan tentang Islam dari manusia jenis seperti si Fulan tadi sudah melampaui batas dikarenakan telah membunuh/meniadakan Ajaran para Nabi sehingga melupakan sumber cahaya utama Al Quran dan As Sunah.
Katakanlah: “cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”
@ blackbalung…Jazakalloh atas atensi dan komntar positif-nya
@Al-Shahabi :
anda berkata: Hati-hati terhadap tulisan orang jahil semacam ini,Bisa-bisa kalian dijauhkan dari hidayah…..
Saya Jawab : Hidayah diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia Kehendaki,cenderung diberikan kepada yang berjiwa Hanif…, bukan monopoli seseorang atau kelompok, baik itu yang mengaku keturunan Nabi (Habib, ahlul Bait, Syi’ah) atupun yang mengaku kelompok Sunni, Wahabiyah sebagaimana anda tuduhkan pada saya, saya Muslim yang ingin benar tidak ada embel-embel Wahabi,Syi’ah,Sunni atau apapun istilah2nya….!
Yang Mulia dihadapan Allah hanyalah orang yang bertaqwa (Qs 49 : 13).
anda juga berkata :tulisan orang jahil semacam ini…
Saya jawab :Orang yang disebut Jahil adalah yang terlalu bangga dengan diri, keturunan ataupun sukunya sebagaimana halnya masyarakat Quraiys Jahiliyah yang berkelompok2 berdasarkan Nasabnya, ada Bani Hasim, Bani Mutolib, Bani Thoif dsb…,dan mereka bangga serta saling membela karena satu suku atau keturunan walaupun salah sekalipun yang dibelanya…,pasca Rasululah Saw wafat kebiasaan Jahil ini dilanjutkan oleh yang mengaku-ngaku keturunan beliau (yang sekarang mngaku Habib keturunan Nabi,keturunan Hasan-Husen,Syiah dsb).termasuk anda yg terlalu bangga terhadap ktrunan Nabi Saw…Padahal beliau tidak mewariskan Dinasti, tapi yg beliau wariskan adalah Amroini (2 urusan, yakni Al-Qur’an dan AsSunah)
Dan lebih kental ketaklidan anda..sampai2 anda tidak faham makna imam Mahdi, dengan menisbatkan Imam mahdi itu dari kturunan ahlul bait yg anda banggakan, dengan pernyataan konyol berikut ini..”Dia pikir, Imam Mahdi kelak dari keturunan siapa ?.”
Saya Jawab : Imam Mahdi(Isim Fail dari kata Hidayah) artinya, Imam/Pemimpin yang akan memberikan jalan menuju
Hidayah/Petunjuk. Pemimpin itu tidak bisa diklaim skrang o/klompok trtntu, apalagi yg taklid buta. Itu bisa dari keturunan atau bangsa manapun, asal ia benar2 mengikuti petunjuk Allah yang telah diperagakan o/RasulNya Saw…..
Semoga allah membukakan Hidayah bagi saudara kita Al-Shahab dan sejenisnya dari ketaklidan dan kejumudannya….
ternyata banyak yang terkena virus2 WAHABI…
kalian ini mengaku islam..
tapi kalian tidak tahu yang membawa islam ke sini.?
tidak tahu yang membuat kalian tahu Allah..?
tidak tahu yang membuat kalian tahu nabi Allah..?
kalian tahu,8 dari wali songo itu adalah keturunan Rosulullah SAW..
kalau bukan karena jasa mereka,kalian semua sudah jadi YAHUDI,dll…
@Me
anda bodoh atau tolol?! anda mengatakan bahwa imam mahdi bisa berasal dari keturunan suku/bangsa mana saja! dasar bodoh! al mahdi itu berasal dari keturunan nabi SAW lewat jalur putrinya Fathima. Ada haditsnya! shahih! dasar anda komunis!! menyamakan semua orang!! memang.. di mata Allah semua manusia sama, yg membedakan hanyalah amal dan taqwanya, namun perlu diingat bahwa ternyata ada suku2 tertentu yg Allah lebihkan utk menjadi pemimpin, yakni suku Quraish! berkatalah nabi SAW : “akan ada 12 khalifah, semuanya dari Quraish”.
@Me
saya fikir anda itu liberal! anda bukan salafy atau wahaby, karena salafyun sendiri mengakui keturunan nabi muhammad SAW lewat jalur fatimah, dan mereka juga mempercayai akan munculnya al mahdi Yg merupakan keturunan dari nabi SAW! terdapat hadits yg bertingkat mutawatir, yakni : Dari ‘Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu ‘anhudari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا
“Bila tidak tersisa dari masa ini kecuali satu hari, tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku (keluargaku) yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kecurangan.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 4283 Kitab Al-Mahdi dan ini adalah lafadznya, Ibnu Majah no. 4085, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi)
juga, : Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana disebutkan dalam riwayat: “Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283)
Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284)
Dalam riwayat lain: “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dalam hadits yang lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284)
Oleh karenanya, Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.” (An-Nihayah fil Malahim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)
@Me
anda kalau ngemeng jgn bau!! pakai otak dong!
Naudzubillahi mun dzalik
semoga kita dijauhkan dari makhluk diatas yg tidak mengenal tata etika,,,,bahsa2 pnghuni hutan tlah keluar dari mulutnya… akal fikirannya telah dipenuhi oleh fanatisme buta….. kejumudannya telah mmbutakan mata hatinya dari kbenaran….
@Raden ningrat
Kalo menurut saya anda-lah orang yang paling tolol dan bodoh…., dalam pandangan ketololan anda al-Qur’an (49:`13) dikalahkan oleh hadits yang belum jelas kesohihannya…., jelas dalam Qs 49:`13 Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, tidak ada satu suku atau bangsa-pun yg lebih unggul atau super dibanding suku atau bangsa lainnya, karena Allah tidak Diskriminatif…hanya KETAKWAANNYA-lah yg mmbuat suku atau bangsa tertentu MULIA…, kalau mnurut ketololan anda Quraiys itu suku yg mulia,,,berarti mulia juga Abu Jahal,Abu Tolib dan keturunannya yg sekarang banyak diberitakan mmperkosa TKW Indonesia…, saya tidak berarti hndak menyinggung SARA/RAS tertentu…, tapi fakta yg mmbuktikan bahwa anda telah menganggap remeh seluruh suku atau bangsa lain di dunia ini selain Quraiys…. Imam Mahdi itu adalah pemimpin yang akan memberikan petunjuk..bukan penisbatan kepada seseorang atau suku trtentu….SEKALI LAGI IMAM MAHDI ITU BISA DARI SUKU ATAU BANGSA MANAPUN…., yg pnting ia telah betul-0betul mnjadikan Rasul Saw sebagai Uswah…., dan Rasul Saw sendiri mngatakan bahwa beliau hanya meninggalkan dua perkara, Qur’an dan asSunah…bukan Dinasti yg sekrg dibangga-banggakan oleh yg skrg mngaku Habib, ahlul bait, Syi’ah dsb…..
ya Allah,,,maf ne sya baru belajar agama,,,jadi sya hanya bisa mengamati sja,,,,semua orang bebas berpendapat,,selama masih dalam koridor islam,,,menurut saya dari mana saja kita belajar asalkan,,itu benar dan baik,,gak usah diperdebatkanlah,,ya mau digimanain lagi,,umat islam sudah saling menjatuhkan dengan ilmu yang dipelajari masing2,,,memang ini!!!!!yang diajarkan sama nabi Muhammad SAW………..mungkin nan jauh disana orang2 yahudi dan nasrani sedang terbahak2 menertawakan ini,,(masya Allah),,,,,ya Allah ampunillah kami,,,maf kalo ada yang menyinggung
Aslmkm,
Senang bisa membaca isi blog + komentar2nya… walaupun berbeda pendapat(dan sebagaimana disampaikan Rasul bahwa berbeda pendapat itu adalah berkah) itu menunjukkan kita semua masih care dengan Islam.
Tetapi kita mesti ingat tidak boleh saling memaksakan kehendak/pendapat kita ke orang lain..karena pendapat itu selalu didasari oleh IMAN/Keyakinan dan IMAN itu tidak bisa dipaksakan(hanya Allah lah yang bisa membolak-balikkan IMAN itu)….
Bagi yang ingin memberikan penghormatan lebih kepada keturunan(dari garis darah) Rasulullah silahkan saja, tetapi sekedar mengingatkan bahwa jangan juga berlebihan..dan bagi yang berkeyakinan bahwa tidak ada lagi garis keturunan(dari garis Bapak) Rasulullah juga silahkan saja, tetapi juga jangan terlalu merendahkan orang yang berkeyakinan berbeda…
Selama kita semua masih memegang dan menjalankan RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM berdasarkan AL-QURAN dan Sunnah… toh tidak akan jadi masalah jika ada perbedaan2 kecil seperti itu… dan biarlah nanti ALLAH SWT yang akan memutuskan kita semua seadil-adilnya terhadap apa2 yang kita yakini dan kita amalkan di dunia…
ingatlah, bahwasanya kita sesama muslim adalah SAUDARA, dan tidak ada ceritanya saudara saling memaki, menghina, melecehkan apalagi membunuh… jika diantara kita masih ada yang merasa masih belum menganggap sesama muslim itu saudara, ada baiknya kita intropeksi diri kita lagi…
waslmkm,
…. dari Hamba Allah yang penuh dengan Dosa & tetap berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik….
Tulisan yg bagus… Alhamdulillah.
Assalaamu’alaikum wr wb
saya setuju dengan @troy ^_^
kita mempunyai tujuan yang sama hendaknya janganlah saling berselisih. sungguh betapa Agungnya Allah hingga menciptakan manusia dengan akal yang mampu menghasilkan beragam pemikiran dan pendapat.subhanallah……..
Salam ukhuwah selalu……….
Dari beberapa komentar di atas, ada yang menyebut masalah Imam Mahdi dan dikaitkan dengan ‘keturunan’ Ahlul Bait. Sebenarnya issu kedatangan Imam Mahdi itu sebenarnya wujud harapan pengikut Nabi Ibrahim As. setelah beliau berdoa sbb.: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (QS. 2:129).
Oleh katurunan beliau ini selanjutnya, ditunggu-tunggulah kedatangannya sampai datang nabi terakhir dari dinasti Bani Israel yakni Nabi Isa As bin Maryam. Namun sayang, dalam Injil masih disebut issu Imam Mahdi, Mesiah, Satrio Piningit dsb. berarti masih akan datang lagi Imam Mahdi yang pamungkas, yang sesungguhnya.
Maka akhirnya, lahirlah Nabi kita Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan sekaligus penutup para nabi (QS. 33:40) dengan membawa Al Quran yang didalamnya memuat pernyataan atau ikrar Allah SWT bahwa Nabi Muhammad SAW dianugerahi agama ISLAM (QS. 5:3). Nama Islam tidak pernah termuat dalam kitab-kitab suci sebelum Al Quran.
Dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW sekaligus juga terjawablah issu tentang akan datang lagi Nabi Isa bin Maryam dan issu Imam Mahdi. Nabi Isa As. tidak akan datang lagi karena sudah tegas dinyatakan dalam Al Qiran (S. 2:134 dan 141). Begitu juga Imam Mahdi tidak akan lahir lagi karena penutup para nabi hanyalah Nabi kita Muhammad SAW.
Tinggal bagaimana para khalifah-khalifah (ya raja, presiden, gubernur, pangeran, sultan, bupati atau walikota) kini dan yang akan datang ‘mampu’ membumikan Islam dan Al Quran dalam kehidupan nyata di dunia ini, ya masalah sosial budaya terutama masalah kekuasaan dan pemerintahannya.
INILAH MANHAJ YANG BENAR:
1. Alangkah sedihnya Muhammad SAW, keturunan biologisnya tidak dihormati pengikutnya. Bagi yang pernah belajar biologi lihatlah bagaimana Gen Rasul SAW yang mulia mengalir dalam darah para Habib. mau dari anak perempuan atau laki sama saja gen itu diturunkan. (dan Silsilah para Habib dipelihara oleh suatu lembaga Maktab Daimi-Rabithah Alawiyah–yang bertugas mendata lengkap dari mulai bayi yang baru dilahirkan, hingga memberikan sertifikat/tashih silsilah lengkap). Jadi kalau mau cek Habib itu palsu atau tidak bisa kontak lembaga tsb di Jl. TB Simatupang).
2. Jangan sekali-kali menyebutkan “Muhammad adalah Al Abtar (yang terputus keturunannya), ini yang dikatakan Kafir Quraish saat putra beliau wafat. Kemudian Allah SWT menghibur kedukaan kekasihnya dengan Fathimah ra. sebagai penerus keturunannya hingga dikatakan sebagai Alkautsar (Nikmat yang banyak–keturunan yang banyak; lihat sebagian buku tafsir surat Alkautsar).
–>>Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus). Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir)<<– (dicopy dari : http://katakuncialquran.wordpress.com/2007/06/29/al-kautsar/
3. Jawaban Syaikh Ibn Baz tentang Sayyid dan Syarif :
“Orang-orang seperti merka itu terdapat diberbagai tempat dan Negara. Mereka juga dikenal dengan gelar “Syarif”. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang mengetahui, bahwa mereka itu berasal dari Ahlul Bait Rasulullah SAW. Diantara mereka ada yang sisilahnya berasal dari Sayyidina Al-Hasan r.a dan ada yang berasal dari Sayyidina Al-Husain r.a. ada yang dikenal dengan gelar Syarif dan juga dengan gelar Sayyid. Hal itu merupakan kenyataan yang diketahui umum di negeri yaman dan negeri-negeri lainnya. Adapun mengenai menghormati mereka, mengakui keutamaan mereka dan memberikan kepada mereaka apa yang telah menjadi hak mereka, maka semua itu adalah merupakan perbuatan yang baik. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW berulang-ulang mewanti-wanti
“Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,… Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,… Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,…”
4. Jadi masih mau membenci keturunan nabi??? siap-siap jadi yang terputus (Al Abtar)!!!!
Nauudzu billah.
Allah SWT tidak melebihkan hambanya karena nasabnya, hartanya atau rupanya. Tetapi Allah Azza Wa Jalla melebihkan hambanya karena ketaqwaannya..