Perindu Kebenaran

Menuju Kebenaran Sejati dibawah Naungan Ilahi

DALIL AL-QUR’AN TENTANG WAJIBNYA GOLPUT

Dalam musyawarah ijtima’ fatwa Majelis Ulama Indonesia di Padangpanjang, Sumatera Barat yang berakhir Senin kemarin, MUI akhirnya memfatwakan haramnya golput. Umat Islam diwajibkan memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009.

“Wajib bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin. Kalau yang dipilih ada namun tidak dipilih, menjadi haram,” ujar Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan hasil Ijtima’ Ulama Fatwa III MUI di Kabupaten Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat. (detikcom 25/1/09).

Menyikapi nyelenehnya Lembaga ini, disamping memfatwakan haramnya rokok. Maka jauh-jauh sebelumnya Nabi Ibrahim as sebagai uswatun hasanah/suri tauladan yang baik, bapak tauhid kaum mu’minin telah menghimbau kepada umatnya dan umat Islam pengikut Nabi Muhammad Saw untuk berlepas diri dari SEGALA BENTUK PENGHAMBAAN selain kepada Allah dan untuk mengingkari SEGALA BENTUK  KEKAFIRAN yang dilakukan kaumnya.

Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim ketika ia berkata pada kaumnya, sesungguhnya kami berlepas diri dari segala bentuk sesembahan selain Allah dan kami mengingkari kekafiranmu, telah nyata antara kami dan kami permusuhan untuk selamanya…(Qs Al-Mumtahanah [60] : 4).

Mungkin yang tidak disadari oleh MUI adalah bahwa Demokrasi dengan segala produknya (Pemilu, Pilpres, Pilkada dan Parpol) telah melahirkan sikap  iltibas/campur aduk dengan kaum kufar (Qs 3 :71)Dalam Demokrasi  jabatan (Aleg, Presiden, Gubernur, Walikota dsb) sebagai sesuatu yang paling penting/prioritas dalam hidupnya, sehingga memburunya dengan berbagai cara, sembari mengabaikan syari’atNya. Kendati berbicara Syari’at hanya sebagai kamuflase untuk meraih suara/ simpati umat. Setelah berkuasa? apa yang dilakukan?(Qs 5 : 57). Justru pelaku Korupsi banyak dilakukan oleh anggota Dewan yang mengaku dari Partai Islam (Al-Amin Nasution/PPP, Bulyan Royan/PBR, M.S Ka’ban/PBB), Bagaimana bisa mengurus rakyat banyak untuk bermoral, membina kadernya saja tidak bisa ?. Bukankah sikap-sikap tersebut sebagai BENTUK PENGHAMBAAN kepada tahta dengan segala prestisius dan glamournya ?.

Dalam Demokrasi yang berhak memimpin, segala keputusan/kebijakan yang diambil harus berasal dari suara terbanyak, baik itu berupa hukum, aturan dan UU. Kendati suara terbanyak itu berasal dari masyarakat Jahiliyah. Apa namanya kalau kebijakan atau hukum yang diambil bukan bersumber dari hukum Allah?. “…Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang  kafir.” Qs 5:44-50 .Kemudian Pemimpin yang terpilih bukan dari orang-orang beriman dan bertaqwa. Masihkah kita menafikan bahwa itu bukan sebagai BENTUK KEKAFIRAN?.

Selanjutnya Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan, fenomena golput kalau dibiarkan, akan berbahaya. “Kalau nggak memilih berbahaya, bisa nggak punya pemimpin,” ujar Guru Besar Ilmu Hadis Institut Ilmu al-Quran (IIQ) ini.

Apakah disaat Fir’aun berkuasa tidak ada Nabi Musa as sebagai pemimpin Al-Haq, ketika Namrudz berkuasa tidak ada Nabi Ibrahim as sebagai pemimpin orang2 beriman kala itu, saat Abu Jahal berkuasa tidak ada nabi Muhammad as,  Bush/Obama berkuasa tidak ada para penerus kerisalahan (Qs 3 : 144) yang memimpin kebenaran yang berkarakter sama dengan Rasul (Qs 16 : 36) untuk mencapai misi yang sama dengan para rasul pendahulunya (Qs 42 : 13)?.

Jadi, akankah kita lebih memilih mengikuti fatwa MUI atau himbauan Nabi Ibrahim AS????

39 Comments on “DALIL AL-QUR’AN TENTANG WAJIBNYA GOLPUT

  1. Ping-balik: Fatwa MUI Terbaru: Golput haram, rokok makruh-haram « M Shodiq Mustika #1

  2. barack omama
    Januari 28, 2009

    siapa yg nyeleneh?

  3. BY ANG
    Januari 28, 2009

    =Apakah disaat Fir’aun berkuasa tidak ada Nabi Musa as sebagai pemimpin Al-Haq, ketika Namrudz berkuasa tidak ada Nabi Ibrahim as sebagai pemimpin orang2 beriman kala itu, saat Abu Jahal berkuasa tidak ada nabi Muhammad as, Bush/Obama berkuasa tidak ada para penerus kerisalahan (Qs 3 : 144) yang memimpin kebenaran yang berkarakter sama dengan Rasul (Qs 16 : 36) untuk mencapai misi yang sama dengan para rasul pendahulunya (Qs 42 : 13)?=

    INI MAKSUDNYA APA!!!!!!!!

  4. BY ANG
    Januari 28, 2009

    elfatih2007

    SAYA DESAK ANDA UNTUK MEREFISI KEMBALI UNGKAPAN/WACANA ANDA TERSEBUT

  5. Ping-balik: Ternyata Banyak Ormas Islam Menentang Fatwa MUI perihal Hukum Golput/Rokok « M Shodiq Mustika #1

  6. Abu Ahmad
    Januari 30, 2009

    Pemahaman anda tentang yang anda tulis sendiri sepertinya tidak sejalan dan kesannya memaksakan dalil yang anda sampaikan. Kalau muslim Indonesia wajib golput seperti yang saya pahami dari tulisan anda, berati kita tidak peduli sama sekali dengan kepemimpinan. Menurut saya memilih yang terbaik dari yang jelek akan lebih baik dari pada tidak memilih sama sekali.

    Adakah anda berjuang untuk menegakkan Qs. 5:44 – 50 dalam kehidupan anda?

  7. Ismail Haneya
    Februari 2, 2009

    Sebaiknya diperjelas, bahwa sikap Al-Baro’ah/berlepas dirinya Nabi Ibrahim As dari SISTEM KUFFAR/Togut adalah GOLPUT alias tdak mmilih, tdak berpartisipasi atau berlepas diri untuk istilah sekarang. Karena sudah jelas2 Demokrasi dgn Produknya (Pemilu, Partai) adalah Produk kaum Kuffar (baca Barat).

    Jadi agak mngherankan orang2 beriman yang menolak sistem kuffar tersebut disebut telah berdosa/Haram.
    Sungguh jaman ini sdah terbalik, Kebenaran disebut perbuatan Dosa/Haram. Kebatilan disebut prbuatan Wajib…..apanya yang salah….?

  8. naruto4828
    Februari 2, 2009

    Ah ada-ada saja MUI ini…..gak ada krjaan kali!.Dari Pemilu ke Pemilu saya belum pernah MILIH alias GOLPUT dan untuk selamanya saya akan Golput.Pernah sekali Milih tahun 2004, itupun semuanya dipilih/dicoblos karena semuanya ngasih uang deh…hehehe

    Insya Allah PEMERINTAHAN ISLAM akan tegak (Qs 24:55) tanpa melalui proses Produk kaffirin (baca… Demokrasi/Pemilu)yg telah melahirkan manusia-manusia penghamba/Pemburu Tahta dan mmbuat taffaruq umat dgn bnyaknya partai, khussnya Prtai2 berlabel Islam…!!!!!

  9. nohara shinosuke
    Februari 4, 2009

    saya kira semua orang ud sepakat bahwa demokrasi adalah JELAS BUKAN sistem islam. Di Al Quran sudah sangat jelas bahwa sikap seorang muslim terhadap sistem yang JELAS BUKAN sistem islam adalah berlepas diri, tidak berhukum kepadanya, apalagi mendukungnya, hal ini pun telah dicontohkan dari zaman nabi adam sampai nabi muhammad. Oleh karena itu fatwa MUI yang mengharamkan golput malah kebalik, harusnya mah malah mengharuskan golput, hukumnya FARDU AIN…

    kumaha atuh MUI, shincan aja ngerti… Klo mo milih Quran apa MUI, maaf aja, shinchan milih Quran…

    sok yg masih mendukung demokrasi atau pemilu silahkan keluarkan dalil Qurannya, mana yang membenarkan, klo g ada silahkan mingkem… hehehehe

  10. nohara shinosuke
    Februari 4, 2009

    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. “(4:59)

  11. Naruto4828
    Februari 11, 2009

    buat BY ANG
    apakah juga harus DIREVISI Al-Qur’an ini….!!!!
    Dengan menuliskan di ayatnya bahwa Golput haram, kmudian mmbuang ayat ttg larangan Allah u/mnjadikan pndapat orang bnyak sbagai standar Kebenaran, yaitu dalam Qs al-An’am [6]:116.

    Jadikan-lah al-Qur’an sbagai sumber berHukum, bukan sbagai bacaan dan hiasan rak saja…!!!!!

  12. dedekusn
    Maret 2, 2009

    Very good….. its ok….. golput…..

  13. suryanlei
    Maret 16, 2009

    adakah anda mempelajari ilmu al-qur’an dan hadits?
    kalau sering. beristighfarlah! kalau belum, belajarlah dengan rajin dimulai dari saat ini.
    hidup ini akan dipertanggung jawabkan di hadapannya.
    hati-hati kalau bicara………………….

    • jama'ah muslimin
      September 9, 2009

      anda yang tolol jelas demokrasi adalah sistem kafii kalau ikt ke demokrasi atw ikt nyoblos maka termasuk kaffi juga..
      pelajari ISLAM dengan betul2

  14. elfatih
    Maret 19, 2009

    mas suryanlie !
    Al-Qur’an dan al-Hadits itu bukan untuk sebatas dipelajari, tapi harus difahami dengan jiwa yang hanif (Qs 30:30)-selanjutnya untuk diamalkan.
    Jadi ada yang slah dengan ayat-ayat Allah diatas?, sudah jelas ptaktek keislaman yang dilakukan oleh orang2 yg mlakukan iltibas/mncampurafukkan yang Haq dan Batil, bukannya mmbuat Islam tegak dan mndapat ridloNya, bahkan yang terjadi adalah tertolaknya segala amal apapun.
    Jadi mnjalankan al-Islam sebaik apapun, seberapa banyak-pun-klo tidak di dalam Din Islam, maka ia tdak akan nyambng dngn khndak Allah dan perjuangan RasulNya.Coba kaji dan fahami Qs 3:85.

    Adakah dalam sejarah, Rasul Saw melarang umatnya/para sahabt dgn mmfatwakan haram yang mnolak pemerintahan Qurayis dgn sgala perangkat sistemnya?
    Klo anda mau jujur sistim dan sikap yg dipraktekkan oleh pmrintahan Demokrasi ini tdak jauh beda dgn pola pmrintahan Quraiys dbawah kpmmpinan Abu Jahal cs?????

  15. Syamil
    Maret 25, 2009

    GOLPUT = Golongan Putih yah…??

    berarti Suci alias tak bernoda….

    600 tahun yang lalu ada seorang anak yang dicatat oleh kedua orang tuanya sebagai anak yang durhaka, kenapa ? karena dia GOLPUT. siapakah dia ? Ya Uswah kita Nabi IBRAHIM AS. beliau secara totalitas berlepas dari kemusyrikan.

    kenapa dikatakan musyrik? karena orang tua Nabi Ibrahim pembuat dan penyembah berhala, kita sering dipersepsikan berhala itu adalah PATUNG, nah klo orang MUI itu mau lebih cermat N njelinger mah, Patung itukan Ciptaan Manusia, kemudian diyakini mempunyai kekuatan kemudian tunduk dan patuh terhadap patung itu = menyembah berhala. Nah andaikan ada manusia yang membuat sistem, kemudian sistem itu diyakini mempunyai kekuatan dan manusia itu tunduk dan patuh terhadap sistem itu berarti manusia itu telah menyembah berhala. Nabi Ibrahim Ga mau. so mari kita renungkan peristiwa 600 th yang lalu bagaimana Nabi Ibrahim disebut muslim.

    nabi Ibrahim disebut Muslim karena 3 hal :

    Qs. 2: 260

    1. Ibrahim kenal siapa Allah
    2. Tahu ajaran-ajaran Allah
    3. Tunduk dan patuh terhadap ajaran Allah

    jadi jangan bikin aturan sendiri atuh.. wong Al-Qur’an dah jelas sebagai Hudan dan tidak ada keraguan.
    so baca Al-Qur’an itu mesti sampe ke hati bukan sekedar mengilmui saja.

    Al-Qur’an itu untuk diamalkan bukanuntuk di diskusikan…

  16. syamil
    Maret 25, 2009

    Revisi.. maksud aku bukan 600 tahun namun 6000 tahun kurang lebihnya sejarah mencatat Peristiwa nabi IBRAHIM

  17. oni
    Maret 30, 2009

    yups, kudu berlepas diri dari sistem kufur.

  18. naruto
    Maret 30, 2009

    Patung berhala itu kini, di negeri ini adalah BURUNG GARUDA. Ia dianggap sakti, padahal dalam knyataannya tdak ada yg namanya burung garuda. Ada juga dalam dongeng Sutasoma…yah wajar inilah negeri Dongeng.Bercerita dongeng ingin sejahtera, damai, koar-koar, janji-janji mulu lewat kampanye , tapi ujung2nya Korupsi trus merajalela selama mereka mnymbah burung dongeng tsb….

  19. hani
    Maret 30, 2009

    saya kira perbedaan itu selalu ada.
    entah, yang saya rasakan ketika melihat perang komentar ini adalah : SEDIH LUAR BIASA.

    berbeda itu biasa kawan, jangan merasa paling tahu al-qur’an, paling tahu hadist, paling bener pendapatnya, paling sempurna..
    na’udzubillah..

    satu hal, meskipun kita berbeda, cukup fahami aja kalo sebenernya setiap kita selalu menginginkan kebaikan bukan? tentu dengan cara kita masing2.

    jadi ga usah saling menghujat, ga usah saling membenci. golput atau ngga, asal yakin kalo pendapat itu uda melandasi kedua sumber tadi ya mangga aja.

    toh kita uda dewasa, uda tau kalo semua ini bakal dipertanggungjawabkan.

    saya sebenernya suka debat, tapi saya ga suka kalo debat saya sama saudara saya sendiri malah ngerusak persaudaraan.

    • nananna
      Juni 17, 2009

      sepertinya kita perlu diskusi lebih lanjut…

    • devia
      Juli 10, 2009

      aduh mbak… kebaikan, kebenaran itu datangnya dari Allah, jadi jangan bikin saya SEDIH LUAR BIASA juga, dengan mengatakan, semuanya dikembalikan kepada cara kita masing2, tapi kembalikan semuanya kepada Allah…

      kalo saya ga suka debat, atopun nulis komen di blog, tapi ya kalo memang kebenaran, harus disampaikan kan?

      karena sayang ama saudara, kalo salah mosok dibiarin aja? justru harus diingatkan.. sebagai tanda sayang, mbak..

  20. fuad fatahillah
    Mei 31, 2009

    Aduuh… Kalau baca comment hani, tergambar begitu bijaksananya. Tapi setelah direnung-renungkan sebenarnya ini pembodohan :-)
    Perhatikan ini
    satu hal, meskipun kita berbeda, cukup fahami aja kalo sebenernya setiap kita selalu menginginkan kebaikan bukan? tentu dengan cara kita masing2.

    jadi ga usah saling menghujat, ga usah saling membenci. golput atau ngga, asal yakin kalo pendapat itu uda melandasi kedua sumber tadi ya mangga aja.

    Terlihat bahwa argumennya tanpa dasar keimanan dan wahyu.
    Padahal aturan dalam beramal itu jelas.
    “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, …”Qs. 33 : 21
    “Apakah kamu tidak memperhatikan, orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, …”Qs. 45 : 23

  21. alex
    Juni 2, 2009

    iya nih,bingung ama orang yg suka ditengah(dalam arti tidak suka membedakan yang jelas antara yang bathil dg haq)…padahal udah ada acuannya yaitu Quran and sunnah…padahal hanya ada dua tempat surga dan neraka

  22. jimenk
    Juni 11, 2009

    ini golput untuk caleg.

    Kalo untuk presiden… kudu milih kayaknya.

    dalam hadist desebutkan Bahkan ketika berjalan 2 orang pun, dianjurkan untuk seorang menjadi pemimpin. Kecuali menjadi golput kalo semua calonnya adalah bukan dari golonganmu.

    untuk para golputers…
    Lucu juga ya, kelompok ini mengharapkan sesuatu menjadi lebih baik tapi mereka malah tidak berusaha, seperti orang yg mengharapkan dapat lotere tapi tidak mau membeli kupon lotere. …ada2 saja.

    • jupri
      Agustus 28, 2009

      bukan gitu, maksudnya mas.tapi maksud mereeka itu tidak setuju dengan sistem yg sudah ada,yaitu demokrasi. Jadi bukan mereka menunggu lotre, tp ini adalah awal kesadaran masyarakat muslim tentang syariat Allah.. yang teretulis di Al qur’an. Cuman kita belum mampun untuk mengubah sistem itu, karena butuh perjuangan paraqa mujahid untuk menciptakan negara ini menerapkan syariat islam.. so Khilafah adalah penolong syariat islam….

      • jama'ah muslimin
        September 9, 2009

        klw anda mmilih kufaris jadi ikt kufaris ya.. hhe

  23. abu sabas
    Juni 14, 2009

    assalamualaikum!!!!!!!!!!!!!!11
    maaf ikut nimbrung sedikit ye bang….maksudnya kita yang mengaku muslim jangan sampai mengikuti ataupun memberikan wala kepada kepemimpinan sistem non Islam, tetapi harus berwala kepada kepemimpinan Islam . pikirkan itu…… ayo kita cari pemimpin Islam…pasang mata,telinga dan hati sesungguhnya semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di yaumil akhir

  24. Mujahidah
    Juni 16, 2009

    Pilpres, Pemilu Presiden ????
    Sama wajib Golput……, bakalan kagak ada pemimpin????btul kalo di Pmrnthan Thogut….klo di Islam tetap akan ada (Qs 3 : 144)

  25. nananna
    Juni 17, 2009

    assalamu’alaikum…
    saya ingin sedikit mengomentari untuk saudara jimenk. atas kata-kata beliau yang ini…
    untuk para golputers…
    Lucu juga ya, kelompok ini mengharapkan sesuatu menjadi lebih baik tapi mereka malah tidak berusaha, seperti orang yg mengharapkan dapat lotere tapi tidak mau membeli kupon lotere. …ada2 saja.
    kalau saudara nggak ngerti sistem yang benar dalam Islam tu seperti apa ya saudara nanya dnk! kita berusaha lah! tetapi cara, jalan, thoriqohnya itu yang harus dibenerin. masa’ pencampuradukkan yang hak dan yang bathil?

  26. devia
    Juli 10, 2009

    Janganlah kau kira kemuliaan adalah biji korma yang mudah kau telan. Kemuliaan itu tiada mungkin dapat kau raih, sampai engkau menelan pahitnya kesabaran..

    bershabar = menanti ketetapan Allah 10:109
    bershabar = menanti terwujudnya janji Allah 30:60
    bershabar = dalam menghadapi ejekan dan gangguan orang kafir 20 : 130
    bershabar = menghadapi kehendak nafsu untuk melakukan pembalasan yang berlebihan 16 :126-127
    bershabar = dalam melaksanakan ibadah 19 : 65
    bershabar = dalam menghadapi musibah 31 : 17
    bershabar = dalam usaha memperoleh pertolongan Allah dan segala apa yang dibutuhkan 2 : 153

    shabar = ACTION !!!
    shabar devia, shabar saudara-saudaraku, shabar orang2 diluar din Islam, kami akan membantumu.. :)

    peace !!! hidup golput !!

  27. abdullah
    Juli 21, 2009

    golput tidak wajib sih…tapi saya golput..ikutan mbah Gusdur

  28. tama
    Desember 21, 2009

    Golput sampai mati

  29. Monas ternyata Obelisk.
    Desember 26, 2009

    “golongan pemilih pemilu”= golongan/orang yang berada didalam sistem demokrasi yang ikut memilih untuk menentukan pemimpinnya di dalam pemilihan umum.

    “golongan putih” = golongan/orang yang berada didalam sistem demokrasi yang tidak ikut memilih untuk menentukan pemimpinnya di dalam pemilihan umum.

    jangan senang dulu kalau status anda golongan putih brur. Para Rasul bukan golongan putih di dalam sistem buatan manusia yang ia perangi, tetapi pemberontak, penghancur, pemusnah sistem buatan manusia itu (demokrasi/sosialis/monarki/segala yang kafir).
    kalau anda merasa golput, berarti anda masih berada di sistem nya dong. hahaha.

    nah gituh kan enak. furqan brur, kayak nabi ibrahim gituh.

  30. Monas ternyata Obelisk.
    Desember 26, 2009

    hai umat islam, status anda bukan golongan putih, golongan abu-abu, golongan merah atau apalah. karena golongan-golongan itu adalah sebutan penguasa negeri kafir terhadap pengikut-pengikutnya.

  31. Monas ternyata Obelisk.
    Desember 26, 2009

    hanya masalah istilah saja. supaya terlihat jelas batas furqannya.
    (atau malah makin kabur! haha)

  32. 151
    Agustus 4, 2010

    tidak ada dalam islam istilah pemilihan umum, para Khulafa’urrasyidin tidak dipilih dg sistim pemilihan umum,
    Khalifah Abubakar shiddiq ra dipilih oleh Umar ra dan kemudian sahabat lainnya menyetujui,
    Khalifah Umar ra dipilih atas isyarat Khalifah Abubakar shiddiq ra, lalu diikuti sahabat lainnya,
    Khalifah Utsman ra dipilih atas isyarat dari Khalifah Umar ra, dan disetujuii sahabat lainnya, demikian pula khalifah Ali kw, dipilih dg isyarat dari Khalifah Utsman ra dan disetujui sahabat lainnya.

    tidak satupun khilafah islamiyah berdiri dg pemilu.

    namun perlu diketahu bahwa Rasul saw tidak merubuhkan/menjatuhkan kekuasaan para penguasa, beliau saw tetap membiarkan Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai pimpinan Madinah, padahal ia munafik besar.

    Rasul saw juga membiarkan Abu Sufyan bin Harb menjadi pemimpin Makkah dan ka’bah sebelum ia masuk islam.

    maka jelas sudah antara kita dengan umaro tidak ada masalah, kita tidak usah ikut ikut berebutan kekuasaan, kita tetap bersama aktifitas kita menjalankan syariah semampunya,

    mengenai Umaro yg bertentangan dg syariah, ini sudah pernah terjadi dimasa para sahabat masih ada, sebagaimana riwayat shahih Bukhari bahwa para Tabiin mengadukan kepada sahabat yaitu Anas bin Malik ra akan kejahatan Khalifah Hajjaj yg banyak membantai Ulama, maka Anas bin Malik ra menjawab : bersabarlah, karena tiadalah ummat ini kecuali akan makin buruk kepemimpinannya, kudengar ini dari Nabi Kalian saw. (Shahih Bukhari).

    jelas sudah kita tidak boleh memerangi Umaro walau dholim selama mereka muslim.

    Rasul saw ketika beberapa hari sebelum wafat, dalam ceramah terakhirnya beliau saw keluar dg memakai ikat kepala karena pusing yg sangat parah dan demam, seraya bersabda : akan kalian lihat setelah aku wafat hal hal yg tidak kalian sukai, maka jika ada pemimpin yg naik diantara kalian (muslimin, non yahudi dan nasrani atau musyrikin), ia membuat manfaat pada ummat dan membuat mudharrat pada ummat pula, maka terimalah yg baiknya dan maafkanlah kesalahannya. (Shahih Bukhari).

    dan Rasul saw juga bersabda : Taatlah pada pemimpin kalian, kecuali jika memerintahkan pada maksiat maka tidak ada taat. (Shahih Bukhari).

    maka selama mereka tidak melarang kita ibadah, tidak melarang kita shalat, tidak melarang kita puasa, tidak melarang kita ibadah fardhu lainnya, maka kita tidak boleh menentangnya.

    bukan pula harus menjadi budaknya.

    saudaraku, saya melihat Indonesia adalah salah satu negara yg paling terbuka pada kemajuan islam, saya lihat di beberapa negara lainnya sangat sulit perkembangan islam,

    saya masuk S’pore pertama kali, mereka habis2an mempersulit dan menginterogasi saya, dan saya diikuti intelijen mereka saat ceramah di masjid masjid, sampai mereka tahu betul bahwa saya aman dan tdk mengajarkan anarki, maka mereka terbuka utk saya, tiap kali saya ke s’pore mereka sudah maklum, foto saya sudah ada di setiap pintu imigrasi mereka, paspor saya sudah tercatat sebagai da’i yg aman, demikian istilah mereka.

    saya masuk malaysia pun dipersulit, masuk di pebatasan malaysia (s’pore – malaysia) saya dihujani pertanyaan macam2 dan diinterogasi, dan saya sempat dilarang ceramah di wilayah perlis karena masuk malaysia tanpa ada konformasi utk izin ceramah.

    saya belum lama ini pulang dari Yaman, saya naik pesawat Qatariyyah dari Yaman, demi mengejar ketibaan jumat sore, karena majelis jumat malam dan sabtu malam berusaha tidak saya tinggalkan, jika saya naik dg pesawat yemenia air maka jadwal penerbangannya sabtu, maka saya baru tiba minggu siang, maka akan terlewatkanlah dua majelis tsb.

    singkat kata saya naik qatariyah, sebagaimana kita tahu bahwa Qatar adalah salah satu negara arab yg islami (konon), saya kaget, karena saya duduk di First class dan ditawari minuman, saya memilih air putih, namun ia menjelaskan bahwa itu adalah arak putih.. Astaghfirullah..,

    saya ajak ia bicara (pramugara/pramugari) dg bahasa arab ia jawab : No speak arabic, we speak english..!

    aduh.. ini kan penerbangan dari negeri islami (konon).

    arak terus ditawarkan dan dituangkan pada penumpang didepan muka saya, ingin rasanya saya berdiri dan melabrak mereka, kalian ini muslimin, negara arab, koq begini kelewatan..??, tapi saya menahan diri, dan mereka juga tampak segan dan malu malu, namun tetap menjalankan tugasnya

    lalu penerbangan itu transit di Dauha (ibukota Qatar), saya lebih kaget lagi, tidak ada satupun orang mau berbicara bahasa arab.., saya hanya ingin bertanya tetap semua orang menolak berbahasa arab.., gila, ini kalau saya ke Jakarta lalu di Bandara orang menolak berbahasa Indonesia kan mustahil..??, bagaimana di negeri arab orang menolak berbahasa arab..?

    lalu penerbangan diteruskan ke Jakarta, penumpang kelas economy kebanyakan TKI dan TKW yg pulang ke indonesia, maka para pramugari/pramugara tau betul bahwa kita akan subuh diudara, dan mereka tahu orang orang indonesia ini pasti akan shalat, akan wudhu beramai2 dan mengotori toilet, maka mereka padamkan petunjuk arah kiblat, padahal arah kiblat selalu ada disemua penerbangan yg menuju ke wilayah timur tengah,

    tidak ada arah kiblat, tv monitor hanya menayangkan film dan film, lalu sesekali ditayangkan kecepatan pesawat, suhu didalam dan diluar, namun arah kiblat tetap tidak ditampilkan..

    waktu mulai fajar saya ke toilet dan mereka sudah maklum, saya wudhu dan sengaja didepan mereka saya minta izin sholat (tempat kosong untuk duduk para pramugari dekat pintu, merekapun menyilahkan saya dan cepat cepat menutup tirai agar jamaah muslimin di kelas ekonomi tidak melihat saya shalat.

    selepas saya sholat saya kembali ke kursi, saya lihat ada seorang pramugara berwajah arab yg terlihat bekas wudhu dan baru shalat juga, dia saya tatap dg tajam, dia menunduk malu dan terus pergi..

    inilah keadaan mereka dan pemerintahan mereka..

    saya lalu transit di singapura, jumpa dg seorang teman yg baru pulang dari Turki, ia cerita bahwa disana tdk berani orang muslim memakai asesoris islam, karena akan dipanggil dan di interogasi, mereka hanya berani pakai peci putih atau sorban di masjid saja, diluar mereka tidak berani mengenakannya, karena kerasnya pemerintahan melarang perkembangan islam, masya Allah.. turki adalah wilayah islam.., banyak makam para sahabat Nabi saw, subhanallah..

    lalu juga ketika saya kunjung ke Amman, ibukota Jordan, saya tinggal sebulan disana, naudzubillah.., kota itu sepi dari adzan, semua masjid tdk boleh adzan dg speaker luar, hanya speaker dalam saja, tidak seperti di indonesia orang bebas berkoar koar di speaker sebelum subuh dan kapanpun..

    majelis taklim pun tidak ada yg ramai, saya diundang hadir haul Ahlu Badr, katanya acara besar tahunan dan banyak yg hadir, namun ketika saya hadir tenyata yg datang sekitar dua puluh orang saja, saya hanya membatin.. duh.. ini acara besar??, yg hadir cuma puluhan seperti ini..??.

    padahal Jordan pemimpin negaranya adalah habaib, berbangsa syarif dari keturunan sayyidna Hasan bin Ali kw.

    nah saudaraku, contoh contoh diatas saya kemukakan betapa bobroknya negara islam didunia ini, sungguh pemerintah indonesia sangat longgar utk islam, masjid bebas adzan bahkan seluruh tahlil, doa dlsb panjang panjang mulai jam 3 subuh pun tidak dilarang, majelis bebas dihadiri ribuan orang malah polisi turun untuk mengamankan, 12 rabiul awal dijadikan hari tanggal merah,

    presiden ikut maulidan, ikut majelis taklim, wapres bolak balik hadir majelis dzikir, tv ikut2 menayangkan dan merelay majelis2, sungguh pemerintah indonesia sangat terbuka dan bebas..

    mengenai kerusakan yg terjadi pada para umaro, tugas kitalah membenahinya, mendekatinya, menasihatinya, tanpa mengambil bantuan moril dari mereka karena itu sangat berbahaya, itu bisa menjatuhkan kehormatan ulama dihadapan umaro,

    ulama harus dihormati sebagai guru dan penuntun ummat, bukan antek umaro dan budak

    ulama menasehati semampunya, membenahi semampunya, sisanya pasrahkan pada Allah swt..

    sebenarnya pembenahan ini mudah, sebagaimana stasion2 tv yg selalu menayangkan acara yg merusak mental ummat, saya pernah menegur mereka langsung, kalian terlibat akan dosa ummat indonesia ini, kenapa terus menayangkan tayangan2 yg merusak..??

    jawaban mereka pada saya singkat aja : kami hanya mengikuti maunya masyarakat bib, jika masyarakat maunya acara islami, seperti saat ramadhan, maka kami tayangkan acara islami, tidak ada pornografi, semua artis wanita sopan dan berjilbab, tapi karena masyarakat maunya diselain ramadhan acara fulgar, maka kami ikuti saja, kami hanya ikuti selera masyarakat..

    jelas sudah kunci pembenahan adalah pada masyarakat itu sendiri

    mengenai fatwa yg mengharamkan golput, adalah kerisauan ulama akan berkuasanya faham liberal dan kekuatan musuh islam dibawah kepemimpinan pemimpin muslim yg pro kpd musuh islam, maka wajib setiap muslim memilih, agar mereka membantu menghambat terpilihnya pemimpin yg buruk dan merusak islam pula.

    demikian maksud mereka yg mengharamkan itu, namun secara nash dari syariah tdk ada kewajiban harus nyoblos, maka kembali pada pribadi muslim masing2.

    • ila
      September 1, 2010

      mas 151, salam kenal… saya salut dengan pemikiran anda :)

  33. abid
    September 2, 2010

    to 151.
    membiarkan tapi diperjuangkan,,,

    islam tidak akan menang tanpa perjuangan. dan kekuasaan pun tidak akan di dapat jika waktu itu rasululloh saw. diam saja…
    dibiarkan bukan berati diam…
    adduh,,, orang seawam saya pun bisa masih bisa membedakan antara makna membiarkan dan diam…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 27, 2009 by in Agama, Aktual, Analisa, berita, Demokrasi, Fundamentalis, Indonesia, Islam, Manhaj, Nasional, opini, umum.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.