Posted by: elfatih2007 on: Juni 29, 2009
Qta tidak usah khawatir tidak mendapat giliran. Entah Qta yang terlebih dahulu mendapat panggilan, atau ortu Qta, saudara Qta, Sahabat Qta. Wallohu ‘alam Qta tidak ada yang tahu, karena Qta tidak mendapat nomor urut.
Antri, adalah suatu keadaan, kenyataan, kondisi yang membuat tidak nyaman. Kesal, jengkel, gelisah, borring adalah kondisi hati yang timbul dampak dari keadaan demikian. Antri minyak tanah, antri BBM, antri BLT, antri lowongan kerja, antri lalu lintas adalah keadaan yang sring Qta dengar.
Lalu, bagaimana dengan antri menuju kampung halaman?. dimanakah kampung halaman Qta?. Benarkan Qta sedang antri menuju kampung halaman?. Jika benar, bagaimana keadaan Qta di kampung halaman tersebut, istirahatkah dengan penuh suka cita setelah pulang dari pengembaraan yang penuh lika-liku dan melelahkan?. Atau-kah justru mengalamai kesusahan karena tidak membawa oleh-oleh sedikitpun?.
November 12, 2009 pada 11:52 pm
antri tuk pulang kampung inilah terkadang membuat lupa,,hingga ada yang terlalu Pe De bahwa merasa dirinya tidak sedang menunggu giliaran…