RSS

Demokrasi…, sebuah kemunduran peradaban !???

09 Jul

Syahdan sebelum Muhammad bin Abdullah diangkat oleh Allah Swt sebagai rasul-Nya, keadaan di Mekah dan di seluruh dunia pada umumnya sedang dalam masa mundurnya peradaban. Peradaban yang dimaksud adalah peradaban kemanusiaan, walau secara teknologi saat itu sudah banyak kemajuan. Begitupun dalam hal kesusasteraan orang Mekah pada khususnya sudah pandai. Bahkan lirik-lirik dalam syair mereka adalah berbicara tentang ketauhidan, tentang Ibrahim as dan millahnya. Mereka juga secara ritual sudah berhaji, berinfaq, bahkan sembahyang. Namun mengapa Islam menyebutnya masa JAHILIYAH, masa kemunduran peradaban.

Karena Syair-syair yang mereka lantunkan adalah hanya bentuk seni belaka, bukan lahir dari jiwa tauhid. Syair mereka gunakan untuk menarik simpati, dukungan dan popularitas. Dimana pada kenyataannya syair yang mereka lantunkan tidak diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

  • Hukum positif yang berlaku adalah Hukum nenek moyang (Qs 5 : 104, 2:170).
  • Tali ikatan diantara mereka adalah ikatan Ashobiyah/Qobilah atau kesukuan (Quraiys).
  • Mereka sering membangga-banggakan kelompok dan sukunya. Dan mereka saling membela sesama suku mereka apabila ada yang mendzalimi, walaupun yang dibelanya di pihak yang salah.
  • Mereka saling merasa yang paling berhak dan layak memimpin dibanding kelompok atau suku yang lainnya (ingat, kisah pemindahan hajarul aswad setelah batu hitam tersebut terbawa arus banjir dari tempatnya/Ka’bah).
  • Masyarakatnya tidak segan saling membunuh karena persoalan sepele. Anak perempuan dibunuh, karena merasa aib dan tidak bisa berperang (contoh kisah Umar bin Khotob di masa jahiliyah)

Setelah sang al-Amin diangkat jadi Rasul-Nya dan mengembangkan misinya ke seluruh penjuru dunia, dunia kembali berada dalam puncak kemajuan peradaban. Perbudakan dihapuskan, perempuan dihargai, bahkan dimuliakan sejajar dengan kaum pria. Hukum Allah adalah hukum positifnya. Wilayah-wilayah di dunia yang bertahkim ke madinah mengalami kemajuan di berbagai bidang, baik segi dunia maupun akhiratnya. Toleransi dan perdamaian bukan hanya slogan belaka, tapi dipraktekkan.

Kini 1400 tahun lebih pasca kejayaan Islam dan dunia, umat Islam kembali kehilangan kepemimpinan dan kekhilafahan. Dunia kembali mengalami masa suram, masa kemunduran peradaban.

Ayat-ayat Allah hanya jadi kamuflase untuk meraih simpati, dukungan dan popularitas, sementara….

  • Hukum positif yang berlaku adalah hukum nenek moyang/kultur budaya bangsa
  • Tali ikatan diantara manusia adalah ikatan Ashobiyah/Kebangsaan/Nasionalisme
  • Mereka saling membangga-banggakan pribadi, golongan, partai dan bangsanya. Mereka saling membela sesama mereka, walupun yang dibelanya salah, pelaku KKN.
  • Mereka merasa paling layak dan berhak menjadi pemimpin , Presiden, anggota Dewan dibanding orang lain, kelompok lain, partai lain atau bangsa lainnya.
  • Masyarakatnya tidak segan saling membunuh karena persoalan sepele. Bayi laki-laki dan perempuan dibunuh, bahkan sebelum lahir ke dunia-pun (KB dan Aborsi) dengan alasan tidak bisa makan atau karena hasil hubungan perzinaan.

Semua itu mereka sebut sebagai kemajauan peradaban dengan slogan DEMOKRATISASI. Mereka mengkalim sedang membuat peradaban gemilang. Namun bagaimana kenyataan yang terjadi…..?

Allah berfirman, “Apabila mereka diseru untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menjawabnya sesungguhnya kami sedang membuat kemaslahatan. Ingatlah, sesungguhnya mereka sedang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya (Qs al-Baqoroh [2] :11-12)

 

 

 

Tentang elfatih Anshorulloh

Aku dilahirkan dan hidup di bumi Alloh. Untuk itu aku tahu diri, aku harus menjalankan aturan-aturan Alloh. Seandainya aku hidup di bumi Syetan, tentunya aku akan menjalankan aturan Syetan. Tapi karena Syetan tidak punya bumi, dan tidak ada seorang manusiapun yang tinggal di bumi Syetan. Maka akupun tidak mau menjalankan aturan2 buatan Syetan.

2 Responses to Demokrasi…, sebuah kemunduran peradaban !???

  1. Maren Kitatau

    November 13, 2011 at 5:21 pm

    Peradaban pertama adalah musyawarah
    Peradaban ke dua itulah otoriter
    Peradaban ke tiga inilah demokrasi

    Musyawarah tetap lebih baik dari semua.
    Demokrasi hanya satu solusi jika dead lock.
    Solusi lainnya jika dead lock, ya otoriter lagi.

    Gitu kali Kang El!

    Saam Damai!

     
  2. Me

    November 20, 2011 at 2:58 pm

    Dmokrasi bukan solusi, tapi kmunduran
    demi eksistensi Zionis d negara2 muslim

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.