SABILILLAH Vs SABILITHOGUT

“Orang-orang beriman berperang di Jalan Allah, dan orang-orang kafir berperang di Jalan Thogut. Sebab itu perangilah kawan-kawan Syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya Syetan itu lemah” (Qs An-Nisa [4] : 76)

Dalam Al-Qur’an kalimat sabil sering dihubungkan dengan kalimat Allah dan at-Thagut. Sehingga membentuk kalimah SABILILLAH, artinya “Jalan Allah”. atau SABILITHOGUT, artinya “Jalan Thogut”. Jalan Allah adalah jalan yang lurus, sedangkan Jalan Thagut adalah jalan yang sesat.

Sabilillah

Sabilillah adalah cara, sistem, metode atau sarana/prasarana untuk terlaksananya pengabdian kepada Allah. Tidak akan diterima amal seseorang kalau tidak berada pada SABILILLAH. Sebagai contohnya “INFAQ”. Allah menyuruh muslim agar berinfaq fi Sabilillah/di Jalan Allah. “Dan berinfaqlah di “jalan Allah”….” (Qs Al-Baqarah [2] : 195). Begitupun “DAKWAH”, Dakwah atau mengajak manusia bukan kepada kelompok, organisasi, partai, Syu’ubiyyah/Nasionalisme. Mengajak manusia yang benar adalah mengajak ke dalam Sabilillah. Ajaklah manusia ke “jalan Rabmu” dengan bijaksana…”(Qs An Nahl [16] : 125). Kemudian berjihad atau berjuang membela kebenaran harus di dalam Sabilillah, “Dan berperanglah kalian “di Jalan Allah” ….(Qs Al-Baqarah [2] : 244)

Sabilithogut

Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, bentuk Thagut antara lain :

  • Penguasa Zalim yang menolak Hukum Allah (QS An-Nisa [4] : 51, 60)
  • Institusi, baik lembaga organisasi atau lembaga Negara yang berhukum kepada selain hukum Allah (Qs A;-Maidah [5] : 44, 45, 47)

Adapun dasar hukum Thogut adalah filsafat/hawahu (Qs 23:71), Nenek moyang/Abaahu (Qs 5 : 104) dan hukum-hukum Jahiliyah. Dalam pelaksanaannya Sunatullah para pengikut Thagut akan memerangi para pendukung Sabilillah dengan menggunakan sistem, cara, metode buatan Thagut, diantaranya saat ini berdasarkan kesepakatan suara terbanyak manusia yang tidak tahu menahu hukum Allah atau DEMOKRASI (Qs 6 : 116), inilah yang dimaksud Sabilithagut.

Suatu hal yang ironi orang yang mengklaim berjuang fi Sabililllah tapi menggunakan sistem Thogut tersebut (Qs 4 : 60). Atau lebih ironi lagi, sudah memahami bahwa institusi tersebut adalah institusi Thogut tapi masih mengkritisi kebijakan-kebijakannya atau berada dibawah naungannya/perlindungan hukum.

Sementara Para Rasul Allah senantiasa bersikap “MUKHLISIINA LAHUDDIN” (QS 98 : 5), murni dalam bersistem tanpa ada campur baur dengan sistem gherul islam. Rasululullah saw dan para pelanjutnya hingga akhir jaman bersikap AL-BARO’AH (Qs 60 : 4), berlepas diri/tidak mau tahu/tidak peduli/tidak ambil pusing terhadap aturan-aturan maupun kebijakan-kebijakan Thagut, sembari bersikap AL-WALA kepada kepemimpinan dan aturan-aturan Allah. Sebagaimana halnya Nabi Muhamad Saw di awal perjuangan Islam membentuk DARUL ARQOM  (sebagai tempat bermusyawarah/pembinaan umat) sebagai tandingan untuk melawan DARUN NADWAH (tempat berkumpulnya/musyawarah Abu Jahal dan pemimpin Quraiys). Rasululullah Saw dan para Sahabatnya tidak pernah bermusyawarah didalam Gedung Darun Nadwah, walau sempat diajak sekalipun dan tidak memperdulikan kebijakan-kebijakan Kubu Darun Nadwah, atau dengan kata lain tidak pernah BERDEMO di halaman Gedung Darun Nadwah untuk menegakkan Hukum Allah.

Tapi Rasululullah Saw memperkuat dan memperkokoh barisan Darul Arqom (Kaum muslimin) baik dari segi kualitas (Pembinaan, Qs 62 : 2) maupun Kuantitas (Dakwah, Qs 16 :125) untuk menyongsong tegaknya Hukum Allah dalam wujud Madinah, Daulah hingga Khilafah (Qs 25 :55).

22 thoughts on “SABILILLAH Vs SABILITHOGUT

  1. assalamu’alaikum

    saya senang bisa membaca tulisan dan pemikiran anda.

    anda berjamaah? bergerak bersama siapa?

    kafilah ikhwan? HTI? Salafi?

    anda mengadakan ta’lim atau pengajian ga? Tinggal dimana?

    Syukron.

  2. Wa’alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh…
    Saya juga senang telah mndapat kunjungan dari antum……..
    Saya adalah Perindu Kebenaran, dimana saat ini KEBENARAN sedang “teraniaya”, tiada sejengkal tanahpun milik Allah ini yang aman untuk ditegakkan secara sempurna HUKUM-HUKUM NYA. Maka saya sadar Allah mengfungsikan saya sebagai manusia adalah menjadi KHALIFAH NYA (Mandataris Allah) (Qs 2 :30) di muka bumi untuk melaksanakan & menegakkan HUKUM2NYA……….
    Yang jelas KEBENARAN itu tidak pernah MEMIHAK, bukan berbentuk suatu golongan,partai atau kelompok……Kebenaran itu adalah namanya DIINUL ISLAM>>………..

  3. Mas, kok ngga berani buka…
    pertanyaannya tidak dijawab tuh, bergabung bersama siapakah anda? atau apakah anda berjuang sendirian? sy pikir tidak.. betul kan? kalau ada orang yg sefikiran dengan anda dan ingin bergabung dengan kelopmpok anda, harus kemana?

  4. Saya sekarang aktif di PDI (Partai Diinul Islam) yg tdak berkolaborasi dgn sistem Thogut apapun nama atau bntuknya….sesuai misi para Rasul, “Anii’budullloh wajtanibuthogut….(Qs 16 : 36)
    Misinya adalah mengidzharkan ADDIN ini (Qs 48 : 28, 9:33)
    U/bergabung insya Allah akan ada hamba2NYA yang akan mndatangi anda dimanapun, dibelahan bumi manapun….????
    Syaratnya mesti berjiwa hanif…”Maka hadapkanlah wajahmu ke dalam Diin dengan hanif….(Qs 30 : 30).
    U/berada dalam Din ini harus berjiwa mukhlisin (Qs 98 : 5), anda tidak akan dijanjikan u/mendapatkan apapun yg berbntuk duniawi, tapi hanya Ridho-Nya (Qs 2 : 207) yang akan anda dapatkan berwujud Syuega-Nya (Qs 9 : 111)

  5. assalamualaikum marilah mendirikan dininul islam di kalangan keluarga kita sendiri, dengan menghiasi diri dan berbuatan kita dengan akhlakulkarimah, orang pasti akan mengikuti dengan sendirinya, dan kita tak akan di cap makar. wassalam.

  6. Insya Allah smua itu sdang dprgerakan kini, saat ini….mdah2an kta bersua dalam prjuangan Al-Islam. Bkan sbatas wacana atau pmikiaran saja…….

  7. lho N-11 ???emang kapal…..?????
    ana seorang muslim yang Meridukan Kebenaran Tegak d muka bumi ini……….apapun namanya-nya?????????? yang penting ia dari Allah……….bukan dari klompok, golongan, parpol, Ormas….OK

  8. Assalamu’alaikum pak…
    Subhanallah…..mudah2an banyak ‘Sibgatallah’ terlahir di negeri ini, yang mana sebagai penegak kembali ke-khilafah-an Islam yang terenggut oleh kaum Kuffar pasca runtuhnya Ke-khilafahan Turki 1924 M…

    izin copas pa…untuk mejeng di blog saya.

    wassalam.

  9. metode buatan Thagut, diantaranya saat ini berdasarkan kesepakatan suara terbanyak manusia yang tidak tahu menahu hukum Allah atau DEMOKRASI (Qs 6 : 116), inilah yang dimaksud Sabilithagut.

    assalam,,, saya ingin bertanya tentang pernyataan di atas!!
    darimana dasar anda dapat mengklaim bahwa demokrasi adalah sabilitaghut??
    maaf saya hanya ingin belajar karena saya bukanlah orang yang mempunyai ilmu seperti anda.

  10. alhayyaq@ syukron atas Tanggapannya.., Thogut secara bahasa adalah dari THOGO artinya melampaui Batas. Dimana Batasan yang dimaksud adalah Batasan Allah (ATuran Allah). Lantas ada Manusia yang melampaui batasan itu, dengan Landasan Kehendak kebanyakan manusia, kendati kehendak kebanyakan itu bertentangan dengan Aturan Allah. Maka inilah sikap yang melampaui batasan Allah. Dan inilah sekarang yang sedang dipraktekkan dengan apa yang dinamakan DEMOKRASI.

    • Saya baru menyadarinya,
      Semoga para utusan islam seperti mas elfatih itu banyak
      Semoga saya termasuk orang2 yang di pertemukan dan termasuk orang2 yang terpanggil oleh seruan para utusan islam>>>>>Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s