Kelompok Habib, benarkah dalam Islam?

Sebutan HABIB atau HABAIB (jamak) adalah orang atau kelompok yang mengaku keturunan Nabi Muhammad Saw. Mereka merasa bangga menjadi keturunan Nabi Muhammad Saw dan membubuhkan nama “Habib” didepan namanya. Kelompok ini menamakan kelompok Sunny dan menganggap sebagai keturunan Nabi atau  bangsa Quraiys.

Padahal dalam Islam jalur keturunan yang diakui adalah jalur “ayah”. Dimana Nabi Muhammad Saw tidak mempunyai keturunan putra laki-laki. Tetapi putri beliau adalah Fatimah radiyallohu anha. Kalau memakai jalur ayah maka Husen dan Hasan adalah putra Ali r.a, Ali putra Abu Tholib dan Abu Tholib putra Abdul Mutholib.

Jadi memakai nama Habib bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, tetapi keturunan Ali bin Abu Tholib. Begitu juga yang meyakini Ali r.a adalah pelanjut kepemimpinan syah (kelompok ahlul Bayt/Syi’ah). Ali bukanlah keturunan Nabi Muhammad Saw, melainkan putra Abu Thalib.

Nabi Muhammad tidak menurunkan dan mewariskan kenabian/nubuwah kepada keturunannya. Apalagi beliau tidak memiliki putra laki-laki yang hidup hingga dewasa dan memiliki keturunan. Sebagaimana firman Allah Saw, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasululullah dan penutup para Nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs al-Ahzab [33] : 40).

Dari ayat diatas saja kita bisa memahami bahwa dalam Islam, seandainya Nabi Muhammad Saw sekalipun memiliki keturunan laki-laki, beliau tidak akan mewariskan gelar kenubuwahan. Tetapi beliau hanya mewariskan “MISI dan FUNGSI KERISALAHAN kepada umatnya (lihat Qs 3 : 144). Siapa saja yang melanjutkan fungsi dan misinya itulah umatnya yang akan mendapatkan syafa’at.

Dalam islam tidak dikenal Dinasti (pemerintahan turun temurun), karena ini akan melanggar prinsip islam. Dimana dalam Islam hanya orang bertaqwalah yang dimuliakan Allah Saw (Qs al-hujurot [49] : 13) dari bangsa manapun ia berasal dan dari keturunan siapapun ia dilahirkan, maka orang bertaqwalah yang berhak menjadi pelanjut kepemimpinan Rasulullah Saw.

Semoga tulisan ini juga menyadarkan bahwa kepemimpinan pasca Khulafaurrasyidin yang menggunakan sistem Dinasti , hingga kerajaan Arab Saudi yang kini sedang berkuasa sudah keluar dari prinsip-prinsip Islam.

107 thoughts on “Kelompok Habib, benarkah dalam Islam?

  1. betul, Allah hanya memuliakan seseorang berdasarkan tingkat keimanan/ketakwaannya, berdasarkan keilmuannya. Jadi tidak dilihat latar belakang keturunannya

      • Ini pasti orang yg ngaku2 habib omongannya ya begini …tahu nggga, aku nikahi orang yg ngaku habib ternyata amalan dan perlilakunya jahil banget, curiga dia syiah..kuselidiki hingga ke familinya, ternyata hasilnya ya….Alhamdulillah dia skarang udah sadar dan tobat dari semua itu.

      • Din..ini orang syiah…sesat menyesatkan. waspada mereka taqiyah dan punya misi politik buat mrusak ideologi negerii ini..Syiah dilarang di neeri ini. Kalo ada yg terang2an ngaku syiah habisi..mereka lebih bayaya dari PKI… Syiah adalah kafir berbaju muslim..ibarat musang berbulu domba.

      • Sabarlah saudaraku, tenanglah, dan sopanlah dalam bertutur kata, jangan cacimaki ngatain orang goblok atw smisalnya, blum tentu anda juga uda pintar. nga’ pantas sekali orang kaya anda yg katanya UDAH NGAJI YANG BENAR DAN BELAJARNYA DI MUSHOLAH berkata-kata kotor seprti itu. anda kaya’ orang yang uda paling benar aja di dunia ini.

  2. Aduh mas, coba njenengan cari referensi hadis yang banyak, ingat! tulisan anda dibaca orang banyak dan akan diminta pertanggungjawaban kelak! Apalagi ini menyangkut Rosul sawaw dan keturunannya! Sekali lagi cari referensi dulu!
    Sebelum anda menyesal kelak!

  3. Justru itulah mas Habib Imam…, tulisan ini sebagai tanggung jawab saya sebagai muslim-untuk menyadarkan kekeliruan orang2/klompok trtentu dalam mmahami islam, mmahami junjunan kita Nabi Saw, mmahami prjuangannya, kerislahannya. Mmahami bahwa islam tdak mngnal hal2 yg bersifat “KULTUS INDIVIDU”, Figuritas(Qs 3:31). Islam adalah sbuah ADDIN (Qs 3:19, 3:85), sstem hdup dan khidupan yg tlah dicontohkan tata plaksanaannya oleh Rasululah Saw….

    • Buat ente yg nulis ni stas Baru belajar dikit aja udh salahkn orang , ngaji jg cuma tw terjmahnx aj …. ckckck
      Para iman madzhab mereka g ada brkata sprti ente … ternyata ilmu manusia memang dangkal sprti otak ente …

      • Kedok syiah ngakunya ahlul bait….. Nah ahlul bait di Indonesia ngaku dari keturunan hadral maut Yaman….padahal kalo mau tahu nih…hadral maut tuh gudangnya bid’ah dan syirik, yg ajarin ya syiah tujuannya tuk pecah belah islam. Syiah itu bukan Islam, syiah itu kafir. Bahkan lebih berbahaya dari yahudi…Dan syiah juga Yahudi menjelang kiamat akan dihabisi oleh muslimin… Neraka buat orang syiah berada di tingkatan siksa yg paling pedih dibandingkan Yahudi….. Na’udzubillahimindalik. Ya Allah kami berlindung kepadamu dari keburukan Syiah dan Yahudi. Amiin.

  4. bang imam
    Tidakkah anda mmbaca ayat-ayat al-Qur’an…..yg ada dalam tulisan diatas. Itu sudah jelas tanpa dprjlas dgn hadits skalipun, smntara hadits sbgai pnjlas al-Qur’an….!!!.
    Hilangkanlah sikap2 figuritas, kultus individu….!!!

    • kalau bukan dari para habaib or ulama ente harapin syafaat dari siapa,ente kenal nabi,kenal alloh dari siapa?ente yakin ibadah ente udah sempurna,ga da cacat’y,udah sempurna belum wudhunya?ente tau ga yang bawa islam ke indonesia?

      • yg bawa islam ke indonesia adalah para sahabat…

        dpat syafaat dari Nabi Muhammad bukan dari habib
        kita yakin buka we ku sia Al-Qur’an surat maryam ayat 78

        matak penulis ngemeng kitu ge geus leuwih ti sia goblog…..

      • Paul ini jelas orang syiah..ciri khasnya adalah ngaku habib. Katanya sih pasti masuk syurga walo dosa telah ditelan setiap detik setiap saat setiap waktu…… Begitulah habib.. Ciri khasnya : kalo ada keluarga yg habib mati ntar pendakwah ato yg sambut iring jenazah menyampaikan ucapan “Ini pasti masuk syurga” padahal si jenazah masa hidupnya slalu zina, tak pernah sholat, merendahkan orang selain habibnya, dsb…. Na’udzubillahimindalik.

      • Syafaat itu dari Rasul, habib itu ngak maksum, dia juga punya dosa (sebagian mereka Merokok) itu bukan kebiasaan rasul. jadi ngak bisa syafaatin orang. Kita Mengenal Nabi dari riwayat yang benar bukan yang dibuat buat. Iman dan ibadah kita yang nentuin benar adalah Allah. kita minta khidayah kepada Alah semoga Iman dan Ibadah kita diterima. yang maha Tahu itui Allah, bukan Habib. yang bawa Islam ke Indonesia adalah Ulama, Ulama Itu belum tentu Keturunan Rasul. Rasul Cuma punya 2 cucu dan mereka telah syahid. tak ada penerus Rasul kecuali penerus syiar nya.

  5. anda pernah dengar hadist nabi yg berbunyi “semua nasab berasal dari laki2. kecuali fatimah dia langsung bernasab padaku” barang siapa yang menyakiti fatimah berarti menyakitiku.

  6. Nabi Saw hanya mewariskan dua perkara, yaitu al-Qur’an dan As-Sunah,,,beliau tidak mewariskan gelar yang kini dibangga-banggakan oleh yng mnamakan diri HABIB. derajat Ketaqwaan itu tidak dinilai dari nasab/keturunan, tapi siapa saja yang Dia kehendaki…bukankah Kan’an juga keturunan Nabi?tapi?

  7. ya betul sekali yang dikatakan orang-orang yang tidak setuju. kita harus paham bahwa habib itu gelar yang artinya kekasih Allah. tetapi hari ini banyak habib yang ngaku keturunan rasul yang tercela. mereka tidak mau menegakkan syareat islam malah berjuang menegakkan paham kesyirikan. jadi habib seperti itu bukan lah kekasih Allah tetapi kekasih syaithon. Kita semua yang taat kepada perintah Allah dan mengikuti sunah rasul itullah yang habib sebenarnya meskipun kita tidak mau menggunakan gelar tyersebut.

    • Habib artinya kekasih.
      HabibAllah = Kekasih Allah.
      Habib An-nas = Kekasih Manusia sekelilingnya.
      Habib Aa’ilah = Kekasih keluarga.
      Habib As-Syaithon = Kekasih setan.
      Jadi sebenarnya semua manusia adalah Habaib.

      Mengenai keturunan Nabi… ya setiap Manusia pasti keturunan Nabi Adam, kalau bukan keturunan Nabi Adam ya pasti keturunan Hanoman alias monyet….

      Ha ha ha….

  8. Habib itu banyak jenisnya ada habibbullah ada habibbusysyaithon. orang yang ngaku habib mestinya harus mengambil rasul sebagay suri tauladan berjiahad menegakkan kalimat Illah, li i’lai kalimatillah hingga hukum syariat Islam berlaku seluas luasnya dikalangan umat umat islam khususnya. rela berkorban dengan jiwa raga dan nyawa serta apapun jua berdasarkan sebesarbesar taqwa agar khilafah tegak dimuka bumi. berani mengatakan yang bathil tetaplah bathil dan yang haq adalah haq, bukannya memanipulasi gelar habib untuyk mendapat kan keuntungan dunia. ngerti para habib

  9. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saudara-saudara rahimakumullah
    Habib itu hanyalah gelar tradisi bagi para alawiyin (keturunan Fatimah RA. dan Ali bin Abu Tholib RA.). Habib hanya manusia biasa seperti halnya non-habib. Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk Islam. Banyak dari mereka yang menjadi ulama, tapi tidak sedikit pula yang menjadi ahli maksiat. Jadi janganlah gelar tersebut dijadikan barometer kesalehan seseorang. Semua dikembalikan pada ketaqwaannya kepada Allah SWT.

    (Catatan: Penulis sendiri adalah seorang alawiyin)

    Wallahualam bissawab

    • Ralat:

      Kalimat: Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk Islam

      Seharusnya: Tidak ada satu ayat Al-Quran pun atau satu hadits pun yang mengatakan bahwa habib pasti masuk syurga

      Wassalamualaikum Wr. Wb.

    • Habib artinya kekasih.
      HabibAllah = Kekasih Allah.
      Habib An-nas = Kekasih Manusia sekelilingnya.
      Habib Aa’ilah = Kekasih keluarga.
      Habib As-Syaithon = Kekasih setan.
      Jadi sebenarnya semua manusia adalah Habaib.

      Mengenai keturunan Nabi… ya setiap Manusia pasti keturunan Nabi Adam, kalau bukan keturunan Nabi Adam ya pasti keturunan Hanoman alias monyet….

      Ha ha ha….

    • Maaf, yg menjadi persoalan adalah benarkah yg mengaku kekasih Allah (habibAllah) adalah keturunan Ahlul Bait yg haqiqi ? Seberapa kuatkah dalil2 atau bukti2 yg haq ? Tolong dijelaskan kerena Allah, tanpa takut kehilangan lahan duniawi bagi para Habib…. Terima kasih kerana Allah.

      • persetan nt smua yg tdk memahami tentang “HABIB”
        kalau mau tau yang sebenarnya tentang “HABIB” silahkan datang ke rumah ana, atw hub an : 085822573208
        USMAN AL QADRIY….

    • Assalamu Alaikum,
      Maaf, yg menjadi persoalan adalah benarkah yg mengaku kekasih Allah (habibAllah) adalah keturunan Ahlul Bait yg haqiqi ? Seberapa kuatkah dalil2 atau bukti2 yg haq ? Tolong dijelaskan kerena Allah, tanpa takut kehilangan lahan duniawi bagi para Habib…. Dan terima kasih kerana Allah.

      • Kenyataan sekarang ini ada diantara Habaib yang membuat Majelis Dzikir Rasulullah. Ini jelas meng-ada2 seolah-olah dia mengibaratkan Rasulullah hadir dimajelis itu sedangkan beliau sudah wafat 1400 tahun yg lalu.Nabi sendiri tidak ingin diri nya disanjung berlebihan,apalagi dengan memberi nama Majelis Dzikir Rasulullah. Apa pernah dimasa hayatnya Rasul membuat majlis dzikir? Berarti ini sama dengan bid’ah yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

  10. Waduh …. semuanya benar dan masing-masing punya pemahaman dan pendapat……bukankah ibadah seseorang kembali kepada niat hatinya dan ihklas dalam menjalankan perintahnya…….. kenapa yang diributkan selalu saja masalah nasab ,,,, kenapa kita tidak membahas tentang kehidupan rasullowlah disaat muda sebagai pengusaha yang mandiri…..jujur dan pekerja keras tanpa meminta-minta kepada orang lain..Ceramah jangan hanya seputar surga dan neraka coba deh diselingi ceramah sikap mentalitas rasulllawloh yang begitu kuat sehingga generasi muda sekarang bisa mandiri bisa mencontoh rasulluwloh, menjadi generasi jujur, pekerja keras, dan tidak pernah mengeluh dalam setiap keadaan.Ada ga yahh ceramah yang isinya seperti ini…. kalau ada beritahu yahhhh…cape kalau cuman hanya mikirin nasab

  11. mari kita muhasabah dan jangan saling mencela satu dg yg lain,intinya amaliyah yg perlu kita kedepankan dan bukan omongan2 yg bersifat Kamuflase, ALLAHU AKBAR…

  12. keturunan Rasul saw dari putra husein bin Ali kw adalah Ali Zainal Abidin yg selamat di perang Karbala, yg kemudian berketurunan Imam Muhammad Baqir, berketurunan Imam Jakfar shadiq dan berkesinambungan hingga kini, dan keturunan rasul saw dari putra Hasan bin Ali kw pun banyak.

    dan riwayat ini mutawatir dan diakui oleh seluruh Madzhab, sejarahpun mencatatnya.

    hadits yg mendukung ini banyak, diantaranya bahwa semua keturunan adalah dari ayahnya, kecuali anak anak Fathimah, ia bernasab padaku, diantaranya teriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.

    dan dalil terkuatnya adalah ketika diantara orang kuffar Quraisy mencela Nabi saw bahwa beliau saw itu putus keturunan (abtar), karena tidak punya anak lelaki, maka Allah swt menjawab celaan mereka dan membantahnya, : firman Allah swt : “Dan sungguh yg memusuhimu itulah yg terputus keturunannya (QS Alkautsar 3)

    jelas sudah bahwa Allah swt membantah bahwa keturunan Nabi saw terputus.

  13. Kalau kita lihat silsilah Saidina Muhammad SAW, maka jelas ada benang merah ttg nasab tsb. Hasyim, ayah dari Abdul Muthalib, kakek dari Saidina Muhammad SAW, beliau anak tunggal. Abdul Muthalib sendiri, juga anak tunggal krn. orang tuanya, Hasyim meninggal sebelum Abdul Muthalib lahir.Tapi, anak Abdul Muthalib banyak, yang bungsu Abdullah, orang tua Saidina Muhammad SAW, juga wafat sebelum Saidina Muhammad SAW lahir. Berarti, Saidina Muhammad SAW anak tunggal juga.

    Lalu, anak lelaki Saidina Muhammad SAW dengan Bunda Khadijah, baik Ibrahim dan Abdullah, juga tidak hidup lama krn meninggal sebelum dewasa. Karena itu, oleh kelompok musuh Nabi Muhammad SAW slalu mencela akan putusnya nasab beliau krn tidak ada anak laki-laki penerus nasabnya. Bayangkan, jika ada anak lelaki beliau yg mempunyai keturunan, entah bagaimana para penerus dinasti Saidina Muhammad SAW tersanjung-sanjung.

    Inilah mukjizat Allah SWT pada Nabi kita Muhammad SAW, nasab beliau diputuskan supaya tidak ada yang mengklaim ‘mereka’ adalah keturunan Saidina Muhammad SAW, keturuna nabi dan keturunan rasul. Jadi jika merujuk pada QS. 33:4-5 jelas bahwa nasab itu hanya dari pihak laki-laki bukan perempuan, otomatis mahkota ‘ahlul bait’ dari keluarga Saidina Muhammad SAW itu terputus sampai Bunda Fatimah saja. Artinya anak-anak dari Saidina Ali bin Abi Thalib, ya otomatis bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib yang tidak mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Apa hikmahnya, baik kelompok Syiah maupun habaib yang sama-sama mengaku keturunan ‘ahlul bait’ tidak perlu bertengkar lagi karena mahkota ‘ahlul bait’ yang diperebutkannya itu memang ‘sudah’ tak ada lagi. Damailah wahai umat Islam, umat Muhammad SAW, tak perlu memperebutkan dinasti ‘keturunan’-nya, karena besok dihadapan Allah SWT kita akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing, tak ada pilih kasih, ooo itu keturunan ini,oo itu keturunan itu dsb.

    • sekedar sedikit tambahan bagi para habib dan habibbah

      “yang menjadi persoalan di umat adalah. takutnya umat akan terjerumus kedalam dosa”

      1.makanya umat ingin menanyakan bagaimana status seperti itu. apakah benar pandangan yang beredar dimasyarakat mengenai “HABIB” itu sendiri? karena dibanyak daerah dan khususnya daerah yang banyak beredar paham syiah selalu mengagungkan “ahlul bait” sehingga mereka diumpamakan seperti Rasullah itu sendiri.
      2.pengkotakan dalam hal keturunan dan menganggap keturunan “HABIB” pasti baik.sehingga dalam pandangan para habaib pun dilarang menikahkan anak wanitanya dengan yang selain dari pada kelompok habaib juga. Apakah sikap ini sesuai dengan firman Allah dalam al-quran yang mengatakan bahwa manusia itu tidak ada bedanya selain ketakwaan kepada Allah. apakah orang yang bukan golongan habaib sudah pasti tidak taat terhadap Allah?
      3. Apakah hukumnya hadis yang bertentangan dengan ayat al quran seperti yang ditampilkan oleh saudara 151
      “hadits yg mendukung ini banyak, diantaranya bahwa semua keturunan adalah dari ayahnya, kecuali anak anak Fathimah, ia bernasab padaku, diantaranya teriwayatkan pada Sunan Imam baihaqi Al Kubra Juz 10 hal.114 dan Sunan Addaruqutniy sanadnya shahih.”
      apakah hadis ini bermaksud menambah ayat al-quran (surah 33 dan 4-5) dan membatalkan ayat alquran (surah 33 ayat 40)?
      Demi Allah yang menjadi ILLAH ku aku bersaksi apabila dengan mengamalkan ayat al-quran tindakan ku dianggap salah dan di cap sebagai golongan yang sesat oleh manusia maka iklas lah dalam diri ini.
      DAN apabila dengan mengamalkan ayat al-quran dan menyampaikannya aku dianggap sebagai golongan yang durhaka maka aku ada didalamnya.

      Mohon penjelasannya
      dari hamba yang ummi dan fakir akan ilmu.
      Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan yang mencintai Allah dan rasul-Nya serta menjaga dan mengamalkan ajaranya.
      RABBANI

  14. Dlm Al Quran yang menyebut ‘ahlulbait’, rasanya ada di 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

    1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah isteri dari Nabi Ibrahim.

    2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: ‘Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu ‘ahlulbait’ yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna ‘ahlulbait’ adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.

    3. QS. 33:33: “…Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu ‘ahlulbait’ dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.

    Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.

    Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah, lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya?

    Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan pada Nabi Muhammad SAW

  15. Al-Hasan dan al-Husein adalah cucu Rasulullah yang beliau sayang, di cium dan digendong, keduanya adalah keturunan Rasulullah. Bahkan Imam Malik dan Imam Abu Hanifah juga berguru kepada keturunan Rasulullah yakani Imam alBaqir. Hati-hati terhadap tulisan orang jahil semacam ini, yang sudah terjangkit virus Wahhabiyah. Bisa-bisa kalian dijauhkan dari hidayah, Na’udzubillah min dzalik. Dia pikir, Imam Mahdi kelak dari keturunan siapa ?. []

    • beuh,,so tau..
      yang jahil itu yang tidak bepetunjuk dan tidak mau diberi petunjuk,,
      standar yang digunakan adalah rasa, nenek moyang, prasangka, kebanyakan orang, dan aturan manusia itulah orang2 jahil sebenarnya,,:p

  16. Hidayah diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia Kehendaki, bukan monopoli seseorang atau kelompok, baik itu yang mengaku keturunan Nabi (Habib, ahlul Bait, Syia’h) atupun yang mengaku kelompok Sunni, Wahabi….!
    Yang Mulia dihadapan Allah hanyalah orang yang bertaqwa (Qs 49 : 13).
    Dan yang disebut orang2 Jahil adalah yang terlalu bangga dengan diri, keturunan ataupun sukunya sebagaimana halnya masyarakat Quraiys Jahiliyah yang berkelompok2 berdasarkan Nasabnya, ada Bani Hasim, Bani Mutolib, Bani Thoif dsb…, pasca Rasululah Saw wafat kebiasaan Jahil ini dilanjutkan oleh yang mengaku-ngaku keturunan beliau (yang skarang mngaku Habib keturunan Nabi,keturunan Hasan-Husen,Syiah dsb).
    Imam Mahdi(Isim Fail dari kata Hidayah) artinya, Imam/Pemimpin yang akan memberikan jalan Hidayah/Petunjuk. Pemimpin itu tidak bisa diklaim skrang o/klompok trtntu, apalagi yg taklid buta. Itu bisa dari keturunan atau bangsa manapun, asal ia benar2 mengikuti petunjuk Allah yang telah diperagakan o/RasulNya Saw…..

    Mohon Fahami yah saudara al-Shahabi (jangan sampe ketaklidan anda trhadap nenek moyang mmbuat anda berfikir Jahil)< Naudzubillahi mindzalik………….

  17. alhamdulillahirabbil alamin
    Segala Puji bagi Allah pemilik semesta alam.

    Alangkah indahnya seruan dalam judul ini…
    Namun akan lebih indah jika lebih diutamakan penekanan makna daripada kata “HABIB”. Kemudian ada penjelasan akar masalahnya yaitu jika manusia beribadah/beraqidah Islam tetapi menggunakan parameter kebenaran yang bukan pada tempatnya seperti memuja HABIB su’, Ulama Su’ dll dan disertai perbuatan taqlid buta terhadapnya.

    contoh kasusnya sebagai berikut;

    1. kata si Fulan kalo si Fulan sudah benar Islamnya, karena sering ikut pengajian Habib “Anu”.
    2. Si Fulan sangat yakin sudah di jalan yang lurus dan akan menutup diri dari ilmu Islam jika bukan si Habib “Anu” yang menyampaikannya.
    3. si Fulan akan “berjihad” jika Habib “Anu” yang di-idolakannya di olok-olok.

    dan lain sebagainya…

    jelas-jelas pemahamanan tentang Islam dari manusia jenis seperti si Fulan tadi sudah melampaui batas dikarenakan telah membunuh/meniadakan Ajaran para Nabi sehingga melupakan sumber cahaya utama Al Quran dan As Sunah.

    Katakanlah: “cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”

  18. @ blackbalung…Jazakalloh atas atensi dan komntar positif-nya

    @Al-Shahabi :
    anda berkata: Hati-hati terhadap tulisan orang jahil semacam ini,Bisa-bisa kalian dijauhkan dari hidayah…..
    Saya Jawab : Hidayah diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang Dia Kehendaki,cenderung diberikan kepada yang berjiwa Hanif…, bukan monopoli seseorang atau kelompok, baik itu yang mengaku keturunan Nabi (Habib, ahlul Bait, Syi’ah) atupun yang mengaku kelompok Sunni, Wahabiyah sebagaimana anda tuduhkan pada saya, saya Muslim yang ingin benar tidak ada embel-embel Wahabi,Syi’ah,Sunni atau apapun istilah2nya….!
    Yang Mulia dihadapan Allah hanyalah orang yang bertaqwa (Qs 49 : 13).

    anda juga berkata :tulisan orang jahil semacam ini…
    Saya jawab :Orang yang disebut Jahil adalah yang terlalu bangga dengan diri, keturunan ataupun sukunya sebagaimana halnya masyarakat Quraiys Jahiliyah yang berkelompok2 berdasarkan Nasabnya, ada Bani Hasim, Bani Mutolib, Bani Thoif dsb…,dan mereka bangga serta saling membela karena satu suku atau keturunan walaupun salah sekalipun yang dibelanya…,pasca Rasululah Saw wafat kebiasaan Jahil ini dilanjutkan oleh yang mengaku-ngaku keturunan beliau (yang sekarang mngaku Habib keturunan Nabi,keturunan Hasan-Husen,Syiah dsb).termasuk anda yg terlalu bangga terhadap ktrunan Nabi Saw…Padahal beliau tidak mewariskan Dinasti, tapi yg beliau wariskan adalah Amroini (2 urusan, yakni Al-Qur’an dan AsSunah)

    Dan lebih kental ketaklidan anda..sampai2 anda tidak faham makna imam Mahdi, dengan menisbatkan Imam mahdi itu dari kturunan ahlul bait yg anda banggakan, dengan pernyataan konyol berikut ini..”Dia pikir, Imam Mahdi kelak dari keturunan siapa ?.”
    Saya Jawab : Imam Mahdi(Isim Fail dari kata Hidayah) artinya, Imam/Pemimpin yang akan memberikan jalan menuju
    Hidayah/Petunjuk. Pemimpin itu tidak bisa diklaim skrang o/klompok trtntu, apalagi yg taklid buta. Itu bisa dari keturunan atau bangsa manapun, asal ia benar2 mengikuti petunjuk Allah yang telah diperagakan o/RasulNya Saw…..

    Semoga allah membukakan Hidayah bagi saudara kita Al-Shahab dan sejenisnya dari ketaklidan dan kejumudannya….

  19. ternyata banyak yang terkena virus2 WAHABI…
    kalian ini mengaku islam..
    tapi kalian tidak tahu yang membawa islam ke sini.?
    tidak tahu yang membuat kalian tahu Allah..?
    tidak tahu yang membuat kalian tahu nabi Allah..?
    kalian tahu,8 dari wali songo itu adalah keturunan Rosulullah SAW..
    kalau bukan karena jasa mereka,kalian semua sudah jadi YAHUDI,dll…

    • Bib.. yang bawa islam kesini emang orang2 arab dan kaum sayyid tapi semua hal di dunia ini kan udah di atur sama Allah jadi setiap manusia itu cuma jadi perantara dari Allah dan kita2 ini kenal Allah dari banyak hal bib jadi ente jangan sombong inget setan itu diusir dari surga karna kesombongan,dia ngerasa dirinya lebih mulia daripada adam sama tuh kaya habib2 yang sombong bilang kalo ahwal itu ga sekufu sama sayid/syarifah padahal sekufu itu ga adil kalo diliat dari keturunan karna kita ga bisa request kita bakal lahir dari siapa. gitu yang mulia habib..

  20. @Me

    anda bodoh atau tolol?! anda mengatakan bahwa imam mahdi bisa berasal dari keturunan suku/bangsa mana saja! dasar bodoh! al mahdi itu berasal dari keturunan nabi SAW lewat jalur putrinya Fathima. Ada haditsnya! shahih! dasar anda komunis!! menyamakan semua orang!! memang.. di mata Allah semua manusia sama, yg membedakan hanyalah amal dan taqwanya, namun perlu diingat bahwa ternyata ada suku2 tertentu yg Allah lebihkan utk menjadi pemimpin, yakni suku Quraish! berkatalah nabi SAW : “akan ada 12 khalifah, semuanya dari Quraish”.

  21. @Me
    saya fikir anda itu liberal! anda bukan salafy atau wahaby, karena salafyun sendiri mengakui keturunan nabi muhammad SAW lewat jalur fatimah, dan mereka juga mempercayai akan munculnya al mahdi Yg merupakan keturunan dari nabi SAW! terdapat hadits yg bertingkat mutawatir, yakni : Dari ‘Ali (bin Abi Thalib) radhiyallahu ‘anhudari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia mengatakan:

    لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا

    “Bila tidak tersisa dari masa ini kecuali satu hari, tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku (keluargaku) yang akan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kecurangan.” (Shahih, HR. Abu Dawud no. 4283 Kitab Al-Mahdi dan ini adalah lafadznya, Ibnu Majah no. 4085, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi)
    juga, : Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana disebutkan dalam riwayat: “Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283)

    Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284)

    Dalam riwayat lain: “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dalam hadits yang lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.” (HR. Abu Dawud no. 4284)

    Oleh karenanya, Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.” (An-Nihayah fil Malahim wal Fitan, 1/17, Program Maktabah Syamilah)

    @Me

    anda kalau ngemeng jgn bau!! pakai otak dong!

    • Naudzubillahi mun dzalik
      semoga kita dijauhkan dari makhluk diatas yg tidak mengenal tata etika,,,,bahsa2 pnghuni hutan tlah keluar dari mulutnya… akal fikirannya telah dipenuhi oleh fanatisme buta….. kejumudannya telah mmbutakan mata hatinya dari kbenaran….

      • @ me .. iyaaa betul.. hehehe…itu orang hebat yaa bahasa nya. udahlah ngalah aja kalo dia ngerasa bener yaa monggo.. menurut dia kita salah yaa terserah.. iya salah yaa salah dah terserah aja orang yang pinter itu

      • @me
        anda menyebut makhluk di atas mata hatinya buta? beneran? yakin 100%??? kalau anda mata hatinya buta tidak?? Menurut anda penjelasan yang disampaikan saudara RADEN NINGRAT betul tidak? tolong dijawab dengan jelas.

  22. @Raden ningrat
    Kalo menurut saya anda-lah orang yang paling tolol dan bodoh…., dalam pandangan ketololan anda al-Qur’an (49:`13) dikalahkan oleh hadits yang belum jelas kesohihannya…., jelas dalam Qs 49:`13 Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, tidak ada satu suku atau bangsa-pun yg lebih unggul atau super dibanding suku atau bangsa lainnya, karena Allah tidak Diskriminatif…hanya KETAKWAANNYA-lah yg mmbuat suku atau bangsa tertentu MULIA…, kalau mnurut ketololan anda Quraiys itu suku yg mulia,,,berarti mulia juga Abu Jahal,Abu Tolib dan keturunannya yg sekarang banyak diberitakan mmperkosa TKW Indonesia…, saya tidak berarti hndak menyinggung SARA/RAS tertentu…, tapi fakta yg mmbuktikan bahwa anda telah menganggap remeh seluruh suku atau bangsa lain di dunia ini selain Quraiys…. Imam Mahdi itu adalah pemimpin yang akan memberikan petunjuk..bukan penisbatan kepada seseorang atau suku trtentu….SEKALI LAGI IMAM MAHDI ITU BISA DARI SUKU ATAU BANGSA MANAPUN…., yg pnting ia telah betul-0betul mnjadikan Rasul Saw sebagai Uswah…., dan Rasul Saw sendiri mngatakan bahwa beliau hanya meninggalkan dua perkara, Qur’an dan asSunah…bukan Dinasti yg sekrg dibangga-banggakan oleh yg skrg mngaku Habib, ahlul bait, Syi’ah dsb…..

  23. ya Allah,,,maf ne sya baru belajar agama,,,jadi sya hanya bisa mengamati sja,,,,semua orang bebas berpendapat,,selama masih dalam koridor islam,,,menurut saya dari mana saja kita belajar asalkan,,itu benar dan baik,,gak usah diperdebatkanlah,,ya mau digimanain lagi,,umat islam sudah saling menjatuhkan dengan ilmu yang dipelajari masing2,,,memang ini!!!!!yang diajarkan sama nabi Muhammad SAW………..mungkin nan jauh disana orang2 yahudi dan nasrani sedang terbahak2 menertawakan ini,,(masya Allah),,,,,ya Allah ampunillah kami,,,maf kalo ada yang menyinggung

  24. Aslmkm,

    Senang bisa membaca isi blog + komentar2nya… walaupun berbeda pendapat(dan sebagaimana disampaikan Rasul bahwa berbeda pendapat itu adalah berkah) itu menunjukkan kita semua masih care dengan Islam.

    Tetapi kita mesti ingat tidak boleh saling memaksakan kehendak/pendapat kita ke orang lain..karena pendapat itu selalu didasari oleh IMAN/Keyakinan dan IMAN itu tidak bisa dipaksakan(hanya Allah lah yang bisa membolak-balikkan IMAN itu)….

    Bagi yang ingin memberikan penghormatan lebih kepada keturunan(dari garis darah) Rasulullah silahkan saja, tetapi sekedar mengingatkan bahwa jangan juga berlebihan..dan bagi yang berkeyakinan bahwa tidak ada lagi garis keturunan(dari garis Bapak) Rasulullah juga silahkan saja, tetapi juga jangan terlalu merendahkan orang yang berkeyakinan berbeda…

    Selama kita semua masih memegang dan menjalankan RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM berdasarkan AL-QURAN dan Sunnah… toh tidak akan jadi masalah jika ada perbedaan2 kecil seperti itu… dan biarlah nanti ALLAH SWT yang akan memutuskan kita semua seadil-adilnya terhadap apa2 yang kita yakini dan kita amalkan di dunia…

    ingatlah, bahwasanya kita sesama muslim adalah SAUDARA, dan tidak ada ceritanya saudara saling memaki, menghina, melecehkan apalagi membunuh… jika diantara kita masih ada yang merasa masih belum menganggap sesama muslim itu saudara, ada baiknya kita intropeksi diri kita lagi…

    waslmkm,
    …. dari Hamba Allah yang penuh dengan Dosa & tetap berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik….

  25. Assalaamu’alaikum wr wb

    saya setuju dengan @troy ^_^
    kita mempunyai tujuan yang sama hendaknya janganlah saling berselisih. sungguh betapa Agungnya Allah hingga menciptakan manusia dengan akal yang mampu menghasilkan beragam pemikiran dan pendapat.subhanallah……..

    Salam ukhuwah selalu……….

  26. Dari beberapa komentar di atas, ada yang menyebut masalah Imam Mahdi dan dikaitkan dengan ‘keturunan’ Ahlul Bait. Sebenarnya issu kedatangan Imam Mahdi itu sebenarnya wujud harapan pengikut Nabi Ibrahim As. setelah beliau berdoa sbb.: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana” (QS. 2:129).

    Oleh katurunan beliau ini selanjutnya, ditunggu-tunggulah kedatangannya sampai datang nabi terakhir dari dinasti Bani Israel yakni Nabi Isa As bin Maryam. Namun sayang, dalam Injil masih disebut issu Imam Mahdi, Mesiah, Satrio Piningit dsb. berarti masih akan datang lagi Imam Mahdi yang pamungkas, yang sesungguhnya.

    Maka akhirnya, lahirlah Nabi kita Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan sekaligus penutup para nabi (QS. 33:40) dengan membawa Al Quran yang didalamnya memuat pernyataan atau ikrar Allah SWT bahwa Nabi Muhammad SAW dianugerahi agama ISLAM (QS. 5:3). Nama Islam tidak pernah termuat dalam kitab-kitab suci sebelum Al Quran.

    Dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW sekaligus juga terjawablah issu tentang akan datang lagi Nabi Isa bin Maryam dan issu Imam Mahdi. Nabi Isa As. tidak akan datang lagi karena sudah tegas dinyatakan dalam Al Qiran (S. 2:134 dan 141). Begitu juga Imam Mahdi tidak akan lahir lagi karena penutup para nabi hanyalah Nabi kita Muhammad SAW.
    Tinggal bagaimana para khalifah-khalifah (ya raja, presiden, gubernur, pangeran, sultan, bupati atau walikota) kini dan yang akan datang ‘mampu’ membumikan Islam dan Al Quran dalam kehidupan nyata di dunia ini, ya masalah sosial budaya terutama masalah kekuasaan dan pemerintahannya.

  27. INILAH MANHAJ YANG BENAR:
    1. Alangkah sedihnya Muhammad SAW, keturunan biologisnya tidak dihormati pengikutnya. Bagi yang pernah belajar biologi lihatlah bagaimana Gen Rasul SAW yang mulia mengalir dalam darah para Habib. mau dari anak perempuan atau laki sama saja gen itu diturunkan. (dan Silsilah para Habib dipelihara oleh suatu lembaga Maktab Daimi-Rabithah Alawiyah–yang bertugas mendata lengkap dari mulai bayi yang baru dilahirkan, hingga memberikan sertifikat/tashih silsilah lengkap). Jadi kalau mau cek Habib itu palsu atau tidak bisa kontak lembaga tsb di Jl. TB Simatupang).
    2. Jangan sekali-kali menyebutkan “Muhammad adalah Al Abtar (yang terputus keturunannya), ini yang dikatakan Kafir Quraish saat putra beliau wafat. Kemudian Allah SWT menghibur kedukaan kekasihnya dengan Fathimah ra. sebagai penerus keturunannya hingga dikatakan sebagai Alkautsar (Nikmat yang banyak–keturunan yang banyak; lihat sebagian buku tafsir surat Alkautsar).
    –>>Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus). Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir)<<– (dicopy dari : http://katakuncialquran.wordpress.com/2007/06/29/al-kautsar/
    3. Jawaban Syaikh Ibn Baz tentang Sayyid dan Syarif :
    “Orang-orang seperti merka itu terdapat diberbagai tempat dan Negara. Mereka juga dikenal dengan gelar “Syarif”. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang mengetahui, bahwa mereka itu berasal dari Ahlul Bait Rasulullah SAW. Diantara mereka ada yang sisilahnya berasal dari Sayyidina Al-Hasan r.a dan ada yang berasal dari Sayyidina Al-Husain r.a. ada yang dikenal dengan gelar Syarif dan juga dengan gelar Sayyid. Hal itu merupakan kenyataan yang diketahui umum di negeri yaman dan negeri-negeri lainnya. Adapun mengenai menghormati mereka, mengakui keutamaan mereka dan memberikan kepada mereaka apa yang telah menjadi hak mereka, maka semua itu adalah merupakan perbuatan yang baik. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW berulang-ulang mewanti-wanti
    “Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,… Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,… Kalian kuingatkan kepada Allah akan Ahlulbaitku,…”

    4. Jadi masih mau membenci keturunan nabi??? siap-siap jadi yang terputus (Al Abtar)!!!!
    Nauudzu billah.

    • Maaf, yg menjadi persoalan adalah benarkah yg mengaku kekasih Allah (habibAllah) adalah keturunan Ahlul Bait yg haqiqi ? Seberapa kuatkah dalil2 atau bukti2 yg haq ? Tolong dijelaskan kerena Allah, tanpa takut kehilangan lahan duniawi bagi para Habib…. Terima kasih kerana Allah.

    • Assalamu’alaikum wr.wb

      @almahanj
      Ane baru Tau kalo kturunan Rasulullah ada Sertificat’y .. Yg ane mau tnyain buat apa sertifikat itu n Tujuan Sertifikasi’y untuk apa ya ??? Setau ane smua yg bersertifikat itu untuk kpentingan Komersil .. CMIIW

      Ane stuju dngn Tulisan d Blog ini dan Tau Betul Maksud dr Tujuan Penulis, yaitu mluruskan pemahaman umat Islam d Indonesia .. Cm mau ngasi Gambaran Kasus, ini Nyata dr Yg ane Liat yg bikin ane slalu brtanya-tanya ,, apa Habib itu Bner kturunan Nabi, tp Kenapa Bnyak Habib sling Mencela ssama Sodara skuturunan?? Apakah itu pantas n ssuai dngn apa yg d Warisi Rasulullah??

      Kmudian ada ssuatu yg Menggelitik pikiran saya Lg,, mrujuk dari salah 1 Majelis di Indonesia yg d Imami s’Orang yg mnyatakan diri’y Habib , knapa Majelis yg mngatas namakan Rasulullah tp yg d Cintai bukan Rasulullah, tapi malah Habib itu sndiri? n Tradisi Cium Tangan n wangi2an dr s’Orang Habib yg dbilang Berkah itu Ada Dalam Islam ????

      Maap Bukan memojokan suatu Kelompok, atao mnyinggung,, sya cm mau brtanya , sapa tahu ada Habib yg Bisa Meluruskan prtanyaan saya Karena Allah Semata tanpa takut khilangan Materil ..

      Saya bukan , dr Wahabi, suni atao pun syiah,,Saya Hanya se’orang anak bragama Islam n ingin mngetahui kbenaran ..

      Assalamu’alaikum

  28. Allah SWT tidak melebihkan hambanya karena nasabnya, hartanya atau rupanya. Tetapi Allah Azza Wa Jalla melebihkan hambanya karena ketaqwaannya..

  29. ya allah saya hanya bisa tawadu dulu dan mencari kebenaran yang sebenarnya juga mengumpulkan referensi dulu..
    jadi tidak akan membenarkan juga tidak akan mensalahkan dulu sebelum saya dapat informasinya.

  30. Muhamad Bin Abdullah di muliakan oleh alloh sampe jadi Nabi Muhamad SAW ,Karna kehendaknya
    Maka ketaqwaanyalah yang menjadi ukuran mengapa Rossul menjadi Habiballah(kekasih Alloh)
    Semua orang pun punya peluang jadi Habiballoh tanpa kecuali Banyak Contohnya:
    Abu Bakar, Umar,usman,Ali, bilal yang tadinya budak abu sofyan yg takala itu kafir,DLL
    Kita semua bisa menjadi Habiballoh, Bagaimana caranya?! Anda sekalian pasti tau yakni kita harus punya landasan yang benar dan kuat
    Tauhid Rubbubiyah
    Tauhid Mulkiyah
    Tauhid Uluhiyah
    Kita harus memilikinya

  31. Umat Islam atau bangsa Arab hanya mengenal jalur keturunan dari pihak bapak, bukan dari ibu. Saya setuju dengan artikel ini dan keimanan seseorang bukan diukur dari nasab tp ketaqwaan. Seorang budak bisa masuk surga seperti sahabat rasulallah Bilal.

    So mari kita kembali kepada rujukan utama umat Islam, quran dan sunnah menurut pemahaman para sahabat.

  32. saya juga sudah mengira bahwa habib bukanlah keturunnan baginda nabi muhamad saw,karena banyak yg mengaku cucu baginda nabi muhamad saw,tapi perbuattannya tidak terpuji,semoga orang-orang mengatas namakan baginda nabi muhamad saw,cepat-cepat di sadarkan olleh allah swt.amin

  33. astagfirullah APAKAH NABI MUHAMMAD SAW PERNAH MENGAJARKAN KALIAN UNTUK SALING MENGEJEK, SOMBONG SEPERTI BAPAK HABIB MUHAMMAD, MENCELA DAN SEBAGAINYA. ADA BERAPA BANYAK DI DUNIA INI ORG YANG BERBEDA PENDAPAT. SEDANGKAN KALIAN HANYA INGIN MEMPEREBUTKAN KEKUASAAN VOTING( SUARA ) DIRI KALIAN SENDIRI. ALLAHU AKBAR…. SUNGGUH KALIAN ADALAH ORANG2 YANG DZOLIM, APAKAH KITA SEMUA BERBEDA JENIS, APAKAH KITA SEMUA HARUS SALING BERTENGKAR, MENGEJEK, MENGOLOK, MENCELA, SOMBONG SATU SAMA LAIN. APAKAH NABI PERNAH MENGAJARKAN KALIAN SEPERTI ITU. LA… (TIDAK). KITA SEMUA SAMA. APA YANG SAMA? KETURUNAN NABI ADAM. DAN YANG TERPENTING ADALAH SAMA-SAMA UMAT ALLAH. NABI TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KALIAN SEPERTI INI. ISTIGFARLAH KALIAN SEMUA. KITA SAMA-SAMA MANUSIA, SAMA-SAMA MAKAN, MINUM, TIDUR, CARI ILMU DAN SEBAGAINYA. HARUSNYA KALIAN TIDAK SEPERTI INI. KITA SEMUA SAMA. TIDAK ADA YANG MENGATAKAN BODOH, PINTAR, KAYA, MISKIN DAN SEBAGAINYA. KITA SAMA SEMUA. NABI TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KITA UNTUK SALING BEREBUTAN, MENCELA, MEBEDAKAN SATU SAMA LAIN. SADARLAH KALIAN SEMUA. WALAUPUN SEMUA PENDAPAT KALIAN BERBEDA ANTARA SATU SAMA LAIN. TIDAK USAHLAH KALIAN PERTENGKARKAN. KARNA SEMUANYA ITU ADALAH ALLAHU ALAM ALLAH YANG TAU SEGALA SESUATU.. SEHARUSNYA KALIAN SALING MENGHORMATI SATU SAMA LAIN, BUKAN KOMENTAR SAMBIL MENGEJEK SOMBONG DAN LAIN SEBAGAINYA. BERKOMENTAR DENGAN SEPANTASNYA BUKAN SAMBIL MENGEJEK SOMBONG DAN SEBAGAINYA. MINTA MAAFLAH KALIAN SATU SAMA LAIN. ALLAH PALING TIDAK SUKA DENGAN ORANG YANG SUKA BERTENGKAR KARNA HANYA INGIN MEMPEREBUTKAN SESUATU SAJA. ALLAH PALING SUKA SAMA ORANG YANG DAMAI SATU SAMA LAIN. TIDAK ADA PERTENGKARAN SATU SAMA LAIN. APALAGI ALLAH PALING TIDAK SUKA SAMA ORANG YANG SOMBONG, SESUNGGUHNYA SOMBONG ITU TERMASUK ORANG YANG TERLAKNAT.

  34. Nabi bersabda :كل سبب و نسب منقطع يوم القيامة الا سببي ونسبي setiap sebab dan nasab adalah terputus sampai hari kiamat kecuali sebab dan nasabku (HR. Hakim{3:142} dari Umar RA. juga HR. THabrani dari Umar dan Ibnu Abbas RA, dalam Majma {9:173}, Al Haitsami bertutur” Rijalnya tsiqoh” Lihat pula Siyaru An Nubala [3:500}, bahwa ia hadits shahih. demikian dijelaskan oleh pakar hadist dan salah satu Mufti besar makkah Syeikh Hasan Ali Al Quraisy Al Hasyimi.

  35. buat smua tmn2 saya mnta nasehatnya..
    sesama umat islam..

    saya memiliki mslh tentang nasab nabi itu sndri..
    saya memiliki calon istri syarifah ( keturunan nabi Muhammad SAW )
    sudah saling kenal kurang lebih 7th..
    kini saya telah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan tetap dan kami berencana menikah..
    tapi tersandung perihal nasab keturunan nabi tsb..
    sblmnya saya tidak tahu mengenai perihal adat istiadat pernikahan di kalangan seorang keturunan nabi..

    catatan ; tidak ada satu orangpun dari keluarganya yg setuju.. kecuali abang dari calon istri saya..

    bagi yang mau kasi saran ,, saya ucapkan terima kasih..
    karena ini menyangkut masa depan saya.. T_T

  36. Tdk ada perbedaan seorang Habib dgn yg bukan Habib. Tdk ada keistimewaan seroang ‘arab dgn yg non ‘arab, yg membedakan seseorang manusia disisi Allah adalah ketaqwaannya. Kalau yg sebenar benarnya yg berhak dgn menyandang Gelar Habib cuma satu yaitu Muhammad shollallohu alaihi wasallam habibulloh karena Allah sendiri yg memberi gelar tsb kpada baginda Nabi. Jadi jgnlah kita melebih lebihkan orang Arab.

  37. Assalamualaiku. Mohon maaf sebelumnya saya adalah orang yang menghormati Habib/ Habaib. Memang Rosulullah tdk mempunyai anak laki-laki. Mengenai Habib dari Hasan dan Husien sewaktu masih bayi Rosulullah pernah menyusui yang mana air susu itu keluar dari jari beliau karena Hasan dan Husien menangis kehausan dan Rosulullah berucap ” yang meminum susu dari tangaku maka dia adalah anakku”. Maka dengan itu setiap ucapan Rosulullah harus kt pegagang. Demikianlah yang saya ketahui. Semoga ada yang lebih mengerti untuk masalah ini. Dan yg jelas Islam adalah bersaudara.

  38. madinah dan mekah sekarang dalam genggaman raja yang haus akan kekuasaan dan harta…mereka berada di balik islam yang melarang untuk mengingatkan penguasa yg sll mementingkan keluarganya sendiri. tidak boleh nonton tv tapi punya tv sendiri (propaganda atau bisnis)…

  39. almanhaj izin copy

    Al kautsar berarti kebajikan yang banyak. Kata alkautsar berasal dari kata katsiir yang digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang kuantitas atau kualitas tinggi. Kata al kautsar hanya disebut sekali dalam al Qur’an, yaitu dalam surat Al Kautsar/108:1. Al kautsar sekaligus menjadi nama dari surat yang ke 108 ini, namun ada juga yang memberi nama surat ini dengan surat an Nahr.

    Terdapat beragam riwayat yang menceritakan tentang asbabaun nuzulnya surat ini, salah satu diantaranya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as Suddi. Ketika putera Rasulullah saw (Al Qasim) meninggal, al ’Ashi bin Wail berkata bahwa Muhammad telah terputus keturunannya, maka turunlah surat al Kautsar/108: 3 (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah orang yang terputus). Riwayat yang senada dikatakan bahwa ’Uqbah bin Abi Mua’ith berkata,’Tidak seorang anak laki-lakipun yang hidup bagi nabi saw, sehingga keturunannya terputus’. Ayat ini (Surat al Kautsar/108:3) turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu (R. Ibn jarir). (Lihat asbabun nuzul surat al Kautsar, Qomaruddin shaleh, dkk)

    Para ulama memberikan beberapa pemahaman mengenai makna kata al Kautsar sebagaimana berikut ini:

    Sungai di surga
    Anas bin Malik mengatakan bahwa kami berada di sekeliling Rasul, tiba-tiba Beliau terlena sebentar kemudian Beliau mengangkat kepala dan bersabda,’Diturunkan kepadaku tadi satu surah’. Lalu Beliau membaca surah al Kautsar dan bersabda,’Tahukah kalian apa al Kautsar?. Kami menjawab,’Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. Lalu Beliau melanjutkan,’Ia adalah sungai yang dijanjikan Tuhan kepadaku. Disana terdapat banyak kebajikan. Ia adalah telaga yang banyak didatangi (untuk diminum) ummatku pada hari kiamat’ (HR.Muslim).

    Berdasar hadits ini mayoritas ulama mengatakan bahwa surat al Kautsar diturunkan di Madinah, karena Anas bin Malik baru masuk Islam pada masa awal hijrah nabi Muhammad saw ke Madinah.

    Keturunan nabi Muhammad saw
    Sebagaimana disebutkan di atas bahwa salah satu sebab turunnya ayat ini adalah adanya tuduhan dari kafir Qurays kepada Rasulullah sebagai seseorang yang terputus keturunannya karena kematian puteranya. Ada ulama yang mengatakan bahwa tidak tepat jika Rasulullah dikatakan terputus keturunannya sebab ada keturunan Rasullah saw yang berasal dari keturunan Fatimah (putri Rasulullah saw). Salah satu pertimbangan pendapat ini adalah pernyataan Abi Bakrah,’Aku mendengar Nabi saw yang ketika itu berada di atas mimbar dan Hasan berada di sampingnya, sekali memandang kepada hadirin dan sekali memandang kepada beliau,’Anakku ini (sambil menunjuk kepada Hasan) adalah sayyid, semoga Allah melakukan ishlah melalui (jasa)-nya antara dua kelompok kaum muslimin’ (HR.Bukhari)

    Banyak dalam kuantitas atau kualitas
    Pendapat ini berdasar pada pernyataan Ibnu Abbas, ketika disampaikan pendapat yang menyatakan bahwa al kautsar adalah sungai di surga, beliau menjawab,’Itu sebagian dari al kautsar yang dijanjikan Allah kepada Nabi-Nya’ (M.Qurays Syihab). Artinya jika sungai di surga merupakan sebagian dari al Kautsar yang dijanjikan Allah kepada NabiNya, berarti masih banyak lagi al kautsar-al kautsar lainnya. Oleh sebab itu ada ulama yang mengartikan al kautsar dikembalikan kepada makna harfiyah kata ini yaitu banyak, banyak dalam hal kualitas ataupun kuantitasnya.

    Walaupun kata al Kautsar pada konteks surat al Kautsar ditujukan kepada Rasulullah saw (karena menggunakan kata ganti ka/kamu), namun tidak berlebihan kiranya jika kita juga berharap untuk memperolehnya. Apalagi jika dikaitkan dengan makna al kautsar yang dapat bermakna sangat luas sesuai dengan makna harfiyah kata. Semoga kita juga memperoleh al kautsar -dapat minum telaga di surga, mempunyai keturunan shalih/shalihah, dan karunia Allah lainnya! Amin.

  40. kalian semua yang tidak memahami atw tidak mempercayai tentang adanya “hahbib”
    tau ga kalian seperti apa ??
    ni an kasi tau…
    bagaikan anjing yang kawin sama babi,,, naaaaaaaaaaaahhhhh,,,, kalian itu lah anaknya….
    klau ada yg tdak trima,, slah kan hub an : ni no an,,,
    d ctat ya,,,, (089611444058) (085651268347)

  41. kasian assagaf……belajar islam tapi bahasanya pake anj**g sama b**i. seolah rasulullah mengajarkan untuk berkata-kata seperti itu….atau mungkin asssagaf bukan muslim???

  42. Sebenarnya klu dikembalikan ke rukun iman ada 6 apa ada iman kepada habib.ustad,wali,ustad,ulama atau iman kepada pewaris para nabi ? Coba ada yg bisa jawab

  43. banyak anjing2 syiah jaman dulu yang lari ke hadramaut mengaku-ngaku keturunan nabi, mereka lari dari Iraq (BASRAH/KUFFA) KARENA DIKEJAR-KEJAR UMAT ISLAM KARENA MEREKA MEMANG SELALU BERKHIANAT. MEMANG ANAK CUCU NABI DARI KETURUNAN ALI BIN ABI THALIB MASIH ADA SAMPAI SEKARANG, TAPI BUKAN MEREKA YANG MENGAKU-NGAKU HABIB, HABIB2 INI KETURUNAN ANJING2 SYIAH DARI HADRAMAUT YANG SELALU MENGAKU-NGAKU KETURUNAN NABI DAN MENIPU UMAT ISLAM, MEREKA BUKAN ASLI ORANG HADRAMAUT/YAMAN, SETELAH KETAHUAN BAHWA SYIAH ADALAH SESAT, SEKARANG MEREKA TIDAK MENGAKU BAHWA MEREKA DARI KELOMPOK SYIAH, BAHKAN SEKARANG MEREKA MEMBAGI-BAGI SYIAH BER-KELOMPOK2 DAN MEREKA MENGAKU SYIAH ZAIDIAH, PADAHAL SEMUA SYIAH ADALAH KAFIR/MURTAD, LIHAT SEKARANG AL-HOUTHI PEMBERONTAK DI YAMAN, MEREKA ADALAH ORANG2 YANG MENGAKU DARI KELOMPOK SYIAH ZAIDIAH, PADAHAL MEREKA BEKERJA SAMA DENGAN NEGARA IRAN ATAU SYIAH IRAN MEMBANTAI UMAT ISLAM DARI AHLI SUNNAH, BAHKAN MEMBUNUH BANYAK ANAK2 PESANTREN AHLI SUNNAH DI YAMAN.

  44. Sebenarnya hanya satu pertanyaan utama disini “Adilkah jika Allah Yang Maha Adil memandang hamba-hambanya dari keturunan semata? Sementara Allah sendiri yang menentukan oleh siapa seorang hamba dilahirkan dan dibesarkan”. “Habib/Hubabah-Syarif/Syarifah-Sayid/Sayidah” merupakan suatu gelar dari tanah Arab.. sama dengan gelar “Kanjeng Pangeran/Kanjeng Ratu-Raden Mas/Raden Ajeng” di tanah Jawa. Gelar-gelar tersebut hanya bisa didapat karena faktor nasab/keturunan semata. Demikian halnya bagi kami yang memiliki gelar-gelar tersebut, kami mengemban tanggungjawab yang lebih besar ketika kami yang hanyalah manusia biasa memiliki gelar tak tertulis yang telah ada sejak kami dilahirkan ke dunia. Mungkin beberapa pihak ada yang menyalahgunakan gelar tersebut, sehingga tak jarang keluarga kami sendiri lah yang menjadi penentang utama ketika kami memutuskan untuk sungguh-sungguh dalam berguru dan berdakwah. Sebenarnya hal yang manusiawi untuk menghormati seseorang berdasar keturunan. Seluruh karyawan di suatu perusahaan mungkin akan tetap berbuat baik pada anak bosnya yang nakal selama ingin tetap bekerja di perusahaan tersebut. Akan tetapi, jika anak bosnya tersebut semakin lama semakin kurangajar, apakah karyawan-karyawan tersebut akan tetap bertahan di perusahaan tersebut? Tentu karyawan-karyawan tersebut akan lebih baik jika mengundurkan diri dari perusahaan tersebut untuk berwirausaha atau bekerja di perusahaan lain. Demikian halnya setiap keturunan orang yang terpandang, memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan apa yang telah dibangun oleh orangtuanya masing-masing. Satu gelar adalah satu tanggungjawab. Semakin besar gelar itu, maka akan semakin besar tanggungjawab yang harus diambilnya. Seperti halnya seorang profesor yang mengemban tanggungjawab sosial lebih besar daripada seorang doktor. Ada suatu analogi berkaitan dengan hal itu, “mangga hasil meminta-minta mungkin halal dan thoyib bagi anak jalanan yang tidak berpendidikan, namun haram dan kotor bagi kami yang berpendidikan tinggi”. Semoga apa yang saya coba gambarkan dapat dijadikan hikmah bagi orang-orang yang menggunakan akalnya untuk semakin mendekat kepada Allah ta’ala. Amiin.
    *penulis merupakan salah satu alawiyin keturunan wali songo dan sultan tanah Jawa

  45. Ga usah bikin onar,kamu menghujat Baginda Rosululloh sperti yg dilakukan para kafir Qurois,bukankah sesudah itu diturunkan surah al kausar yg menentang hujatan kaum kafir yg mengatakan bahwa Nabi muhammad terputus keturunannya,,pekok eram uwong.

  46. saya suka tulisan Anda,sedikit melebur pikiran sy mengenai gelar “habib” yang marak di masyarakat. Al-Qur’an dan Sunnah Rasul lah yang harus kita ikuti,bkn kata ini kata itu. Belajar dari ulama yang terpercaya : )

    • SILAHKAN BACA TULISAN KIRIMAN KOMENTAR SAYA……maka Anda akan mendapatkan rujukan dari Rasulullah SAW dan Salafus Shaleh…mengenai keturunan Rasulullah dan bagaimana kewajiban Umat Islam kepada mereka.
      selamat belajar

  47. Artikel ini baru membahas kulit terluar mengenai ilmu Nasab, terutama nasab atau ganeologi dari Rasulullah SAW.
    berikut beberapa hadis tentang eksistensi Keturunan beliau:

    1 – Siti Fatimah az-Zahra juga mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda, “Setiap anak-cucu Adam memiliki hubungan nasab yang dinisbatkan pada ayahnya, kecuali anak-keturunan Fatimah. Sesungguhnya akulah wali mereka dan aku pula yang menjadi ikatan (dalam hal keturunan) mereka”.- HR Ath-Thabrani

    2 – Jabir mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Setiap anak dari seorang ibu dalam suatu klan dinisbatkan kepada mereka kecuali dua anak Fathimah maka saya adalah wali dan klan keduanya.”- HR Al-Hakim

    3 – Jabir ibn Abdillah mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan anak keturunan setiap nabi dari tulang rusuknya, tetapi Allah menjadikan keturunanku dari tulang rusuk Ali ibn Abi Thalib ra.”- HR Ath-Thabrani dan Al-Khatib

    4 – Nabi saw bersabda : ” Allah amat murka ke atas orang yang menyakiti aku dalam hal keturunanku”– HR. Imam Dailami.

    5 – ” Sesungguhnya kalian akan diuji mengenai urusan yang ada kait-mengait dengan ahli keluargaku (Ahlul Bait), sesudah peninggalanku nanti.”- HR Imam Tabrani dlm Al-jami’ul Kabir dari Imarah Ibnu Yahya ibnu Khalid dari ‘Arafathah RA.

    ” Syurga diharamkan Allah bagi orang yang berlaku zalim terhadap Ahli baitku (ahli keluarga Nabi saw) dan menggangguku melalui keturunanku”– HR Imam Ahmad

    ” Sesungguhnya kalian akan diuji mengenai urusan yang ada kait-mengait dengan ahli keluargaku (Ahlul Bait), sesudah peninggalanku nanti.”- HR Imam Tabrani dlm Al-jami’ul Kabir dari Imarah Ibnu Yahya ibnu Khalid dari ‘Arafathah RA.

    Sabda Nabi saw : ” Tidaklah beriman seorang hamba Allah hingga dia lebih mencintai aku daripada dirinya, lebih mencintai keturunanku lebih daripada keturunannya sendiri, lebih mencintai keluargaku daripada keluarganya, lebih mencintai zatku daripada zatnya sendiri”– HR Thabarani, Al-Baihaqi & Ad-Dailami

    secara lengkap bisa di : http://erwinsyahbudin.blogspot.co.id/2013/11/himpunan-hadith2-berkaitan-ahl-bayt.html

  48. HIMPUNAN HADITH2 BERKAITAN dengan KELUARGA DAN KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW
    SEBAGAI RUJUKAN

    1 – Dalam kitab Makarim al-Akhlaq terdapat hadits yang berbunyi:
    إنما انا بشر مثلكم أتزوّج فيكم وأزوّجكم إلا فاطمة فإن تزويجها نزل من السّماء , ونظر رسول الله إلى أولاد علي وجعفر فقال بناتنا لبنينا وبنونا لبناتنا
    “Sesungguhnya aku hanya seorang manusia biasa yang kawin dengan kalian dan mengawinkan anak-anakku kepada kalian, kecuali perkawinan anakku Fathimah. Sesungguhnya perkawinan Fathimah adalah perintah yang diturunkan dari langit (telah ditentukan oleh Allah swt). Kemudian Rasulullah memandang kepada anak-anak Ali dan anak-anak Ja’far, dan beliau berkata : Anak-anak perempuan kami hanya menikah dengan anak-anak laki kami, dan anak-anak laki kami hanya menikah dengan anak-anak perempuan kami”.

    2 – Hadith yang diriwayatkan oleh Thabrani, Al-Hakim dan Rafi’i:
    فإنهم عترتي, خلقوا من طينتي ورزقوا فهمي و علمي, فويل للمكذّبين بفضلهم من أمتي القاطعين منهم صلتي لا أنزلهم الله شفاعتي
    “…maka mereka itu keturunanku diciptakan (oleh Allah) dari darah dagingku dan dikaruniai pengertian serta pengetahuannku. Celakalah (neraka wail) bagi orang dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka dan memutuskan hubunganku dari mereka. Kepada mereka itu Allah tidak akan menurunkan syafa’atku- HR Thabrani, Al-Hakim dan Rafi’i.

    3 – ” Syurga diharamkan Allah bagi orang yang berlaku zalim terhadap Ahli baitku (ahli keluarga Nabi saw) dan menggangguku melalui keturunanku”– HR Imam Ahmad

    4 – Siti Fatimah az-Zahra juga mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda, “Setiap anak-cucu Adam memiliki hubungan nasab yang dinisbatkan pada ayahnya, kecuali anak-keturunan Fatimah. Sesungguhnya akulah wali mereka dan aku pula yang menjadi ikatan (dalam hal keturunan) mereka”.- HR Ath-Thabrani

    5 – Jabir mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Setiap anak dari seorang ibu dalam suatu klan dinisbatkan kepada mereka kecuali dua anak Fathimah maka saya adalah wali dan klan keduanya.”- HR Al-Hakim

    6 – Jabir ibn Abdillah mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan anak keturunan setiap nabi dari tulang rusuknya, tetapi Allah menjadikan keturunanku dari tulang rusuk Ali ibn Abi Thalib ra.”- HR Ath-Thabrani dan Al-Khatib

    7 – Nabi saw bersabda : ” Allah amat murka ke atas orang yang menyakiti aku dalam hal keturunanku”– HR. Imam Dailami.

    8 – ” Sesungguhnya kalian akan diuji mengenai urusan yang ada kait-mengait dengan ahli keluargaku (Ahlul Bait), sesudah peninggalanku nanti.”- HR Imam Tabrani dlm Al-jami’ul Kabir dari Imarah Ibnu Yahya ibnu Khalid dari ‘Arafathah RA.

    9 – Sabda Nabi saw : ” Tidaklah beriman seorang hamba Allah hingga dia lebih mencintai aku daripada dirinya, lebih mencintai keturunanku lebih daripada keturunannya sendiri, lebih mencintai keluargaku daripada keluarganya, lebih mencintai zatku daripada zatnya sendiri”– HR Thabarani, Al-Baihaqi & Ad-Dailami

    10 – Telah bersabda Nabi saw : ” Aku melaknat enam golongan yang mana Allah swt dan seluruh para nabi jua melaknatnya iaitu : Orang yang menambah-nambah dalam agama, orang yang mendustakan takdir (ketentuan) Allah, orang yang berkuasa dengan kejam menghina orang yang dimulikan Allah dan memuliakan orang yang Allah hinakanny., orang yang meninggalkan sunnahku, orang yang menghalalkan apa yang Allah haramkan, dan orang yang menghalalalkan apa-apa yang Allah haramkan mengenai keturunanku”– HR. Al-Hakim, Ad-Daruquthni, Ad-Dailami, Al-Khatib dan Kitab Al-Jami’.

    11 – Amirul Mukminin Saidina Omar bin Khattab RA pernah berkata :” Aku akan melarang wanita-wanita dari keturunan yang mulia menikah melainkan dengan lelaki yang setaraf dengannya.” – Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni

    12 – Riwayat Salman al-Farisi:نهانا رسول الله أن نتقدم أمامكم أو ننكح نساءكم“Sesungguhnya Rasulullah telah melarang kami untuk memimpin (mengimami) kamu atau menikahi wanita-wanita kamu.” (Yakni melarang lelaki non arab menikahi perempuan arab)

    13 – Sabdanya lagi: ” Mengapa masih ada orang-orang yang mengganggu diriku melalui nasabku dan kaum kerabatku? Sememangnya barang siapa yang mengganggu nasabku dan kaum kerabatku bererti ia menggangguku, dan barang siapa yang menggangguku bererti ia mengganggu Allah swt”– HR. Assabus Sunan, Sahih

    14 – Abu Hurairah mengatakan bahawa Rasullullah saw. Pernah bersabda,“Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan pernah tersesat setelahnya. Keduanya adalah Kitabullah dan Sunnah-ku. Keduanya tidak akan pernah berpisah hingga menjumpaiku ditelaga syurga kelak. – HR Al-Bazaar

    15 – Abu Hurairah mengatakan, bahawa Ali pernah berkata,“Ya Rasullullah, manakah yang lebih kamu cintai, aku ataukah Fatimah.” Jawab Nabi saw. “Fatimah lebih kucintai daripada engkau, dan bagiku engkau lebih mulia daripadanya.”- HR Ath-Thabrani dlm kitabnya Ausath .

    16 – Abu Hurairah mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya. Oleh kerana itu, cintailah dia, dan cintailah siapa saja yang mencintainya.” Rasullullah saw lantas mendekapnya.- HR Ibn Majah dan Ahmad.

    17 – Abu Hurairah ra mengatakan bahawa Rasullullah saw suatu ketika pernah memandang Ali, AlHasan, AlHusain dan Fatimah, semoga selawat Allah dilimpahkan atas mereka.Kemudian beliau bersabda,“Aku akan memerangi orang yang memerangi kalian dan aku akan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian”. – HR Ahmad dan Ath-Thabrani.

    18 – Ibn Abbas berkata bahawa Rasullullah saw bersabda,“Hendaklah kalian mencintai Allah kerana berbagai nikmat yang telah Dia berikan kepada kalian, hendaklah kalian mencintaiku demi kecintaan kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian mencintai Ahlul Baitku demi kecintaan kalian kepada diriku.- HR At-Tarmidzi, sekaligus menghasankannya; Ath-Thabrani; dan Al-Hakim.

    19 – Ibn Abbas juga mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Perumpamaan Ahlul-Baitku adalah seperti bahtera Nabi Nuh. Siapa saja yang menumpanginya selamat dan siapa saja yang meninggalkannya tenggelam (celaka).”- HR Al-Bazaar.

    20 – Ibn Abbas juga berkata,“Barangsiapa yang mengerjakan amal kebajikan.” Kebajikan yang dimaksudkan adalah mencintai keluarga Nabi Muhammad.- HR Ibn Abi Hatim

    18 – Ibn Abbas juga mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Kebencian terhadap Bani Hasyim dan kaum Anshar adalah salah satu bentuk kekafiran, sementara kebencian terhadap orang Arab adalah salah satu bentuk kemunafikan.”- HR Ath-Thabrani

    19 – Ibn Abbas ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Bintang-bintang adalah sebagai media pengaman bagi penduduk bumi dari ketenggelaman dan Ahlul Baitku adalah media pengaman bagi umatku dari perpecahan. Apabila suatu golongan menentangnya maka mereka akan pecah dan tercerai-berai, sehingga mereka menjadi pengikut iblis.”- HR Imam Al-Hakim.

    20 – Ibn Abbas ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Setiap hubungan keluarga dan nasab terputus pada Hari Kiamat kecuali hubungan keluarga dan nasabku”.- HR Ath-Thabrani

    21 – Ibn Umar ra menyatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Setiap nasab dan hubungan kekerabatan akan terputus pada Hari Kiamat kecuali nasab dan hubungan kekerabatanku.” – HR Ibn Asakir dlm Tarikh nya

    22 – Ibn Abbas ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Tidak akan tergelincir kaki seseorang hamba sebelum ia ditanya tentang empat perkara: Tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya, Tentang tubuhnya, bagaimana ia menggunakannya, Tentang hartanya, bagaimana ia membelanjakannya dan bagaimana pula cara memperolehnya, Serta tentang kecintaannya terhadap Ahlul Bait.”- HR Ath-Thabrani.

    23 – Ibn Abbas pernah mengatakan bahawa tatkala turun ayat:Katakanlah “Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas seruanku selain kasih-sayang kepada kerabat (keluarga)-ku”, para sahabat bertanya,“Wahai Rasullullah saw, Siapakah kerabat kamu yang wajib kami kasihi?”,Rasullullah saw bersabda, “Mereka adalah Ali, Fatimah, anak-anaknya, dan cucu-cucunya.”- HR Al-Mundzir, Ibn

    24 – Berkaitan dengan tafsir firman Allah,“Kelak Tuhanmu akan memberikan kurniaNya kepadamu sehingga kamu menjadi puas,”Ibn Abbas menjelaskan bahawa diantara rasa puas dan suka cita Muhammad Rasullullah saw ialah kerana Allah tidak akan memasukkan salah seorang pun dari kalangan Ahlul Bait beliau kedalam api neraka.”- HR Ibn Jarir .

    25 – Ibn Abbas mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda kepada Fatimah,“Sesungguhnya Allah tidak akan menyeksamu dan juga anak-anakmu.”- HR Ath-Thabrani

    26 – Ali ra mengatakan bahawa dirinya pernah mendengar Rasullullah saw bersabda,“Orang yang pertama kali menemuiku di telaga syurga adalah Ahlul Baitku.”- HR Ad-Dailami

    27 – Ibn Mas’ud mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Sesungguhnya Fatimah sentiasa menjaga kehormatannya oleh kerananya Allah mengharamkan bagi dia dan anak-keturunannya dari api neraka.”- HR Al-Bazaar, Ath-Thabrani dan Ibn Syahin, Abu Ya’la, AlAqili dalam As-Sunnah

    28 – Zaid ibn Tsabit r.a. mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w pernah bersabda,“Sesungguhnya aku telah meninggalkan ditengah-tengah kalian dua pimpinan, iaitu Kitabullah yang merupakan tali yang terbentang antara bumidan langit, serta keturunanku, yakni Ahlul Bait-ku. Keduanya sekali-kali tidak akan terpisah sampai menemuiku ditelaga syurga.”- HR Ahmad dan Ath-Thabrani

    30 – Sa’id ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Sesungguhnya aku telah meninggalkan di-tengah-tengah kalian perkara. Apabila kalian berpegang teguh padanya maka kalian tidak akan tersesat, iaitu Kitabullah, hujung yang satu ada pada Allah dan hujung yang lain ada pada kalian; serta keturunanku, yakni Ahlul Baitku. Keduanya tidak akan terpisah sampai menemuiku di telaga syurga.”- HR Al-Mawardi

    31 – Ibn Abbas mengatakan bahawa Rasullullah saw juga pernah bersabda kepada Ali,“Engkau adalah wali bagi setiap orang Mukmin setelahku.”- HR Abu Daud

    32 – Abu Sa’id Al-Khudriy r.a. mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w. telah bersabda,“Al-Hasan dan Al-Husain adalah penghulu para pemuda ahli Syurga. Sedangkan Fathimah adalah penghulu para wanita penghuni syurga, selain Maryam binti Imran.”- HR Ahmad dan Al-Hakim

    33 – Abu Sa’id al Khudri berkata bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Siapa saja yang membenci kami Ahlul Bait, bererti dia seorang munafik.”- HR Ibn‘Adi dalam Al-Kamil.

    34 – Abu Sa’id al-Khudri juga meriwayatkan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidaklah seseorang membenci kami, Ahlul Bait, kecuali Allah akan memasukkannya kedalam Neraka.”- HR Ibn Hibban didalam Shahihnya dan alHakim. (Hadis ini sahih berdasarkan syarat yang ditetapkan oleh Imam Muslim).

    35 – Abu Sa’id al-Khudri ra telah mengatakan bahawa Ahli Bait adalah orang-orang yang telah dihilangkan dosanya dan telah dibersihkan sebersih-bersihnya oleh Allah.Nabi saw lantas menghitung dengan tangannya dan berkata, “Rasullullah Saw, Ali, Fatimah, AlHasan, dan Al-Husain.” Abu Sa’id berkata, “Ayat ini turun dirumah Ummu Salamah.”- HR Ath-Thabrani

    36 – Abu Sa’id al-Khudri ra mengatakan bahawa Rasullullah telah bersabda,“Ada tiga perkara yang barangsiapa menjaganya, nescaya Allah akan menjaga agama dan dunianya. Dan barangsiapa yang mengabaikannya maka Allah tidak akan manjagainya apa pun. Ketiganya adalah: (1) Kehormatan Islam (2) Kehormatanku (3) Kehormatan kerabatku.”- HR Al-Hakim dalam Tarikh-nya dan Ad-Dailami

    37 – Abu Sa’id ra mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Sesungguhnya Allah membenci orang yang makan terlalu kenyang, orang yang lalai dari ketaatan terhadap Tuhannya, orang yang meninggalkan sunnah Nabinya, orang yang ingkar janji, orang yang memusuhi keturunan Nabinya, dan orang yang menganiaya tetangganya.”- HR Ad-Dailami.

    38 – Abu Sa’id ra mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Ahlul Baitku dan kaum Ansar adalah tenteraku dan koperbesarku, maka terimalah kebaikan dari mereka dan maafkanlah kehinaan mereka.”- HR Ad-Dailami 39 – Abu Sa’id ra telah mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Allah sangat marah terhadap orang yang menyakiti anak keturunanku sebab bererti mereka telah menyakitiku juga.”- HR Ad-Dailami

    40 – Ali bin Abi Thalib ra mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda’“Barangsiapa yang tidak mengetahui hak-hak anak cucuku dan kaum ansar, bererti dia termasuk kedalam salah satu dari tiga golongan manusia; boleh jadi ia seorang munafik, atau penzina, atau ia dilahirkan oleh ibu tidak suci (yakni kandungan ibunya tidak suci).”- HR Ibn ‘Adi dan AlBayhaqi dalam Sya’b alIman.

    41 – Ali bin Abi Thalib ra mengatakan bahwa Rasullullah saw pernah bersabda,“Sesungguhnya aku ini sedang digenggam. Sesungguhnya aku telah meninggalkan dua perkara yang sangat berat, iaitu Kitabullah dan Ahlul Bait-ku. Sesungguhnya kalian tidak akan pernah tersesat keduanya.”- HR Al Bazaar

    42 – Ali r.a mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Siapa saja yang berbuat suatu kebajikan kepada salah seorang dari Ahlul Baitku maka akulah yang akan membalasnya pada hari Kiamat kelak.”- HR Ibn Asakir

    43 – Ali ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Didiklah anak-anak kalian mengenai tiga perkara iaitu mencintai Nabi kalian, mencintai Nabi kalian, mencintai Ahlul Baitnya dan membaca AlQuran – kerana para pengembang AlQuran berada didalam naungan Allah yang tidak ada naungan pada hari Kiamat kecuali naunganNya – bersama para nabi dan orang-orang yang mensucikannya.”- HR Ad-Dailami

    44 – Ali ra telah mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Orang yang paling teguh diantara kalian diatas sirah adalah orang yang paling dalam cintanya pada Ahlul Baitku dan para sahabatku.”- HR Ad-Dailami

    45 – Ali k.w mengatakan bahawa sesungguhnya dirinya suatu ketika pernah masuk kerumah Nabi saw. Nabi saw lantas membentangkan baju lebarnya. Kemudian duduklah diatasnya Nabi saw, Ali, Fathimah, Al-Hasan, Al-Husain. Selanjutnya Nabi saw meraih mereka dan memeluk mereka semuanya, lalu beliau berdoa, “Ya Allah, redhailah mereka sebagaimana aku juga meredhai mereka.”- HR Ath-Thabrani

    46 – Ali ra mengatakan bahawasanya Rasullullah saw hari pernah menggenggan tangan Al-Hasan dan Al-Husain ra lalu beliau bersabda,“Barangsiapa mencintaiku dan mencintai kedua anak ini serta mencintai kedua orang tuanya. Mereka semuanya akan bersamaku dalam darjatku di syurga.” (Dalam lafaz lain berbunyi “….. ayah dan ibu keduanya akan bersama ku dalam darjatku pada Hari Kiamat.”- HR At-Tirmidzi

    47 – Ali ra mengatakan bahawa Nabi Muhammad saw pernah bersabda,“Aku beserta Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husain akan dikumpulkan bersama-sama. Siapa saja yang mencintai kami pada Hari Kiamat, kami makan dan minum hingga menjadi pembeza antara hamba.”- HR Ath-Thabrani dan Ibn Sakir

    48 – Ali r.a. mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w pernah bersabda,“Syafaatku atas umatku hanya berlaku bagi mereka yang mencintai Ahlul Bait-ku.”- HR Al-Khatib dalam Tarikh-nya

    49 – Ali r.a. mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w pernah bersabda,“Manusia yang paling baik adalah orang Arab; orang Arab yang paling baik adalah orang Quraisy; dan sebaik-baiknya orang Quraisy adalah Bani Hasyim.”- HR Ad-Dailami.

    50 – Ali r.a. juga mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w pernah bersabda,“Ada empat orang yang akan aku beri syafaat nanti pada Hari Kiamat, iaitu: orang yang memuliakan anak-keturunanku: orang yang memenuhi keperluan-keperluan mereka: orang yang menolong urusan mereka ketika mereka memerlukan pertolongannya: dan orang yang mencintai mereka dengan hati dan lisan yang tulus.”- HR Ad-Dailami.

    51 – Hasan bin Ali r.a mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Segala sesuatu itu memiliki asas. Asas Islam kecintaan terhadap para sahabat Rasullullah Saw dan kecintaan terhadap Ahlul Baitnya.”- HR Ibn An-Najjar.

    52 – Abu Bakar ash-Shiddiq pernah berkata,“Hendaklah kalian memperhatikan dan menjaga Muhammad dengan memperhatikan dan menjaga Ahlul Bait beliau.- HR AlBukhari

    53 – Umar ra mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda, “Orang yang pertama kali aku beri syafaat dari kalangan umatku adalah Ahlul Baitku.”- HR ath-Thabrani

    54 – Othman ibn Affan mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Barangsiapa yang berbuat sesuatu terhadap seseorang dari keturunan Abdul Muthalib didunia, maka akulah yang akan membalaskannya kalau dia bertemu aku.”- HR Al-Khatib.

    55 – Maimun, pembantu Rasullullah Saw telah mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda, “Sesungguhnya kami adalah Ahlul Bait. Kami dilarang untuk memakan shadaqah. Sesungguhnya demi Pemimpin diri kami, kami tidak memakan shadaqah.”- HR Ahmad, Al-Baihaqi, Ibn Mundih dan Ibn Asakir

    56 – Jabir ibn Abdillah mengatakan “Rasullullah saw pernah berbicara kepada kami. Aku sendiri mendengar beliau bersabda, “Wahai manusia, siapa saja yang membenci kami, Ahlul Bait, nescaya Allah akan membangkitkan dirinya pada hari Kiamat sebagai orang Yahudi”.- HR Ath-Thabrani dalam Al-Awsath

    57 – Jabir mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Wahai manusia, aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara. Jika kalian menggunakannya tidak akan tersesat selamanya iaitu AlQuran dan Ahlul Bait keturunanku.”- HR At-Tarmidzi dan ia menghasankannya.

    58 – Ibn Umar ra mengatakan bahawa yang terakhir sekali dikatakan Rasullullah saw adalah sabdanya, “Gantikanlah kedudukanku terhadap Ahlul Baitku.”- HR Ath-Thabrani dalam Al-Awsath.

    59 – Ibn Umar ra mengatakan bahawa Rasullullah saw telah mempersaudarakan satu orang sahabat dengan sahabat lainnya. Lalu datanglah Ali dengan air mata berlinang, ia berkata,“Ya Rasullullah, engkau telah mempersaudarakan sahabat-sahabatmu, tetapi engkau tidak mempersaudarakanku dengan seorang pun.” Rasullullah pun lantas bersabda,“Engkau adalah saudaraku didunia dan diakhirat.”- HR At-Tarmidzi

    60 – Annas r.a mengatakan bahawa Rasullullah saw bersabda,“Tuhanku telah berjanji kepadaku tentang Ahlul Baitku, bahawa barangsiapa yang menyakini ketahui dan Allah dan menyakiniku dengan sempurna maka Allah tidak akan menimpakan azab kepada mereka.”- HR Imam Al-Hakim.

    61 – Abdurrahman ibn Awf mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah pendahulu bagi kalian. Aku mewasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada keluargaku, tempat kembali kalian adalah telaga syurga.”- HR Al-Hakim

    62 – Zaid ibn Arqam pernah berkata bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Aku peringatkan kalian kepada Allah dalam kaitannya dengan Ahlul Baitku.”- HR Muslim, At-Tarmidzi, dan An-Nasa’i.

    63 – Zaid ibn Arqam mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda yang ditujukan khusus kepada Ali, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husain,“Aku akan memerangi orang yang memerangi kalian dan aku akan pun berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian.”- HR At-Tirmidzi

    64 – Abu Musa mengatakan bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Aku, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husain pada Hari Kiamat kelak berada dalam kubah dibawah Arasy.”- HR Ath-Thabrani

    65 – Abu Dzar mengatakan, “Saya pernah mendengar Rasullullah saw bersabda,“Perumpamaan Ahlul Bait-ku di-tengah-tengah kalian adalah saperti bahtera Nabi Nuh di tengah-tengah kaum Nuh. Siapa saja yang menumpanginya selamat dan siapa saja yang meninggalkannya tenggelam. Perumpamaan Ahlul Bait-ku adalah juga seperti pintu Bani Israel.” – HR Ath-Thabrani

    66 – Ibn Abbas mengatakan bahawa Rasullullah saw juga pernah bersabda kepada Ali,“Engkau adalah wali bagi setiap orang Mukmin setelahku.”- HR Abu Daud

    67 – Al-Bara ibn Azib mengatakan bahawa Rasullullah s.a.w. pernah bersabda kepada Ali ibn Abi Thalib, “Engkau adalah bahagian dari diriku dan aku adalah bahagia dari dirimu.- HR Al-Bukhari dan Ath-Tirmidzi.

    68 – Al-Muthallib ibn Rabi’ah bertutur bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Belumlah keimanan dikatakan masuk kedalam kalbu seorang Muslim, kecuali jika dia telah mencintai kalian kerana Allah dan keluargaku.”- HR Ahmad; At-Tirmidzi, sekaligus mensahihkannya; An-Nasa’I dan Al-Hakim.

    69 – Al-Muthalib ibn Abdilllah ibn Hintab mengatakan hadis dari bapanya. Ia meriwayatkan bahawa Rasullullah saw pernah menyampaikan khutbah kepada kami di Zahfahh.Beliau bertanya, “Bukankah aku orang yang lebih utama daripada kalian?”Mereka menjawab, “Benar, ya Rasullullah.”Nabi saw melanjutkan, “Aku meminta kepada kalian dua perkara iaitu AlQuran dan keluargaku.” – HR Ath-Thabrani.

    70 – Abu Barzah mengatakan, “Saya menunaikan solat bersama Rasullullah saw selama tujuh belas bulan. Apabila beliau keluar dari rumahnya, beliau mendatangi pintu rumah Fatimah seraya bersabda, “Selawat atas kamu sekelian – Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu …… dan seterusnya.”- HR Ath-Thabrani

    71 – Abu alHamra mengatakan, “Saya melihat Rasullullah saw suatu ketika mendatangi pintu rumah Fatimah selama enam bulan. Beliau kemudian membacakan firman Allah:“Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait dan membersihkanmu sebersih-bersihnya.”- HR Ath-Thabrani

    72 – Abu Bakrah mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Sesungguhnya anakku ini (Al-Hasan bin Ali) adalah pemimpin. Mudah-mudahan Allah mendamaikan diantara dua golongan besar dalam tubuh kaum Muslimin dengan perantaraannya.”- HR Ahmad, Al-Bukhari dan At-Tirmidzi.

    73 – Abu Hazm mengatakan: Sesungguhnya aku menyaksikan hari kematian al-Hasan. “Lalu ia menyebut kisahnya. Maka Abu Hurairah ra telah berkata bahawa dirinya pernah mendengar Rasullullah saw bersabda:“Barang siapa yang mencintai keduanya bererti ia telah mencintaiku, dan barangsiapa yang membenci keduanya bererti sungguh ia telah membenciku- yakni Al-Hasan dan Al-Husain.”- HR Ahmad

    74 – Salmah ibn al-Akwa mengatakan bahawa Rasullullah saw pernah bersabda,“Binatang-binatang adalah pelindung penduduk langit, sedangkan Ahlul Bait-ku adalah pelindung umatku.”- HR Ibn Abi Syaybah dan Musaddad dlm musnad masing2; Al-Hakim At-Tarmizi dlm Nawadir al-Ushul, dan Ath-Thabrani .

    75 – Salman mengatakan, “Hendaklah kalian menjadikan kedudukan keluarga Muhammad sebagaimana kedudukan kepala pada jasad dan kedudukan dua mata pada kepala, kerana sesungguhnya jasad itu tidak harus diberi petunjuk kecuali dengan kepala, dan kepala tidak perlu memberi petunjuk kecuali dengan dua mata.”- HR Ath-Thabrani

    76 – Amr ibn Syu’aib telah mengatakan bahawa dirinya pernah masuk kerumah Zainab binti Abi Salmah. Zainab lantas bercerita kepadanya bahawa ketika Rasullullah berada dirumahnya, Beliau membawa Al-Hasan dan Al-Husain, sementara Fatimah berada dikamarnya.Rasullullah saw kemudian bersabda,“Rahmat Allah kepada kalian semuanya, wahai Ahlul Baitku, Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”- HR Ath-Thabrani

    77 – Khalid ibn Urthufah mengatakan bahawa Rasullullah saw telah bersabda,“Sesungguhnya kamu sekelian akan bercerai-berai kerana Ahlul Baitku sesudahku.”

    SUMBER http://erwinsyahbudin.blogspot.co.id/2013/11/himpunan-hadith2-berkaitan-ahl-bayt.html

  49. Wahai saudara ku ingatlah Rosulullah SAW pernah bersabda “Telah ku tinggalkan kepadamu 2pusaka yang sangat agung yang dimana jika engkau berpegang teguh padanya maka engkau tidak akan pernah tersesat yaitu kitabullah (Al Qur’an) dan keturunanku.” Hadist Soheh Bukhori dan ingatlah Rosulullah SAW tidak pernah berbohong. Dan juga ingat bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda yang kurang lebih intinya seperti ini “Barang siapa yang membeci bahkan memusuhi keturunanku maka dia akan menjadi musuh bebuyutanku di Yaumil Akhir.” Na’udzubillahi min dzalik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s