Amar ma’ruf nahyi munkar ala FPI

“Dan harus ada diantara kalian umat yang mengajak kepada Al-Khoer dan memerintah al-ma’ruf  dan mencegah kemungkaran…..”(Qs ali Imron[3] : 104)

FPI atau Front Pembela Islam yang kini dipimpin Habib Rizieq Sihab merupakan Ormas atau kelompok yang terbilang fenomenal, atau bahkan cenderung kontroversial. Sikap pro kontra senantiasa mengiringi setiap  aksi yang dilakukan FPI. Bagi kelompok yang pro, kehadiran FPI seolah mewakili aspirasinya yang sudah muak terhadap segala bentuk kemaksiyatan yang semakin merajalela. Bagi yang kontra aksi yang dilakukan FPI cenderung anarkis. Padahal Nabi Saw sendiri telah mencontohkan untuk bersikap mauidzotil hasanah, rohmaniyah, bijaksana, penuh kasih sayang dalam menyampikan al-Islam. Sehingga orang kafir musyrik sekalipun akan berbalik simpati kepada Islam, hingga masuk dan ikut memperjuangkannya.

FPI mengklaim bahwa aksi yang dilakukannya selama ini adalah sebagai bentuk amar ma’ruf nahyi munkar. Namun apakah implementasi amar ma’ruf nahyi munkar seperti yang dilakukan FPI sudah sesuai Sunnah?. Apakah melakukan aksi obrak-abrik terhadap orang-orang Jahiliyah pernah dicontohkan oleh Rasul saw?. Apakah mereka(orang Jahiliyah) adalah orang-orang yang mengerti Syari’at Islam dan sadar akan konskwensi apabila melanggarnya?. Apakah tempat maksiyat tersebut berada di wilayah islam, wilayah tempat tegaknya Syari’at Islam?. Sehingga bagi orang atau kelompok yang membuat maksiyat wajib diperangi, dihukumi?. Dan siapakah aparat yang berhak menghukuminya?.

Perintah amar ma’ruf

Amar ma’ruf terdiri dari dua kata, yaitu amar artinya MEMERINTAH dan ma’ruf artinya YANG DIKENAL. Maksud yang dikenal adalah perintah Allah yang telah jelas tertulis dalam al-Qur’an/kitabNya. Jadi Aparat yang berwenang memerintah adalah pemerintahan Islam, dan masyarakat yang diperintahkan untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi maksiyat adalah masyarakat yang sudah terikat oleh aturan Islam, kaum muslimin-muslimat, yang sudah mengenal Syari’at Islam. Adapun bagi orang yang belum terikat oleh aturan dan UU Islam sekalipun mengaku beragama islam (Karena Islam KTP), tidak ada kewajiban menjalankan Syari’at Islam. Ia harus terlebih dahulu diDakwahi, diajak untuk masuk ke dalam konfigurasi Al-Islam, “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh…….” (Qs 2 : 208), kemudian dibina untuk dikenalkan tentang Al-Islam dengan segala aturan (Syari’at)-Nya (Qs 62 :2). Setelah dia sadar, taslim terhadap Syari’at, maka wajib ia dikawal untuk senantiasa istiqomah dalam menjalankan segala perintah Allah/Amar ma’ruf. Apabila melanggar maka dikenai perintah nahyi munkar/dicegah untuk berbuat munkar. Syari’at Islam hanya sah dilaksanakan oleh Muslim, yaitu orang yang telah menyatakan diri masuk ke dalam al-Islam (Qs 68 : 39). Syari’at Islam hanya dapat diterapkan pada Masyarakat Muslim yang berada dalam wilayah pemerintahan Islam. Kaum Musyrik sekalipun melaksanakan Syaria’t Islam tidak akan diterima oleh Allah Swt, “….Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan” (Qs al-An’am (6): 88, al-Zumar (39) : 65

Perintah Nahyi Munkar

Nahyi Munkar terdiri dari dua kata, yaitu nahyi artinya melarang dan munkar artinya kemungkaran. Nahyi Munkar artinya melarang manusia melakukan kemungkaran. Orang yang dilarang melakukan kemungkaran ialah orang yang sudah terikat  atau berada dalam al-Islam, dan dia sudah memahami Syari’at Islam. Kaum musyrik  (sekalipun mengaku muslim) tidak akan bersedia meninggalkan perbuatan yang bertentangan dengan al-Qur’an, karena mereka tidak yakin kepadanya. Mereka disebutkan dalam al-Qur’an seperti binatang/kal an’am (Qs 7 : 179). Mereka terlebih dahulu harus diajak/diDakwahi dengan penuh bijaksana untuk memahami hakikat dirinya sebagai Insan (Qs 76 :1), mengenal Rabnya dan kewajiban padaNya (Qs 2 :21, Qs 56:51) hingga tersadarkan untuk berislam.

Dakwah bukanlah mengajak manusia melaksanakan perintah Allah. Dakwah adalah mengajak manusia untuk masuk kepada al-khair, al-Islam (Qs 3: 104) atau ke “Sabil” Allah (Qs 16 : 125). Setelah manusia berada dalam al-Khair/al-Islam, maka berlaku-lah amar ma’ruf nahyi munkar.

Jadi pantaskah memaksa orang-orang Jahiliyah yang belum memahami al-Islam secara utuh untuk melaksanakan syari’at Islam, dan memarahi perbuatan Jahilnya, bahkan mengobrak-abriknya. IIustrasinya pantaskah seorang Guru TK  memaksa anak didiknya untuk mengerjakan pelajaran anak  SMU, dan memarahinya apabila salah mengerjakannya. Mungkin ada baiknya kawan-kawan kita di FPI memahami terlebih dahulu makna al-Islam, Muslim, Jahiliyah, musyrik menurut Qur’an-Sunnah bukan menurut identitas yang tertera dalam Kartu Penduduk/KTP.

17 thoughts on “Amar ma’ruf nahyi munkar ala FPI

  1. Semestinya kawan2 di FPI tahu diri, ini adalah pemerintahan dan masyarakat Jahiliyah…maka wajar apabila kmaksiatan merajalela….Yang tidak wajar adalah di negara yang menerapkan hukum Jahiliyah berlaku syari’at islam…!
    Jadi perjuangan saudara2 FPI yg sah bgitu militant alangkah lebih baiknya dikaji lagi…akur nggak dgn perjuangan Rasulululah Saw dalam MEMBELA al-Islam….
    Jangan…jangan……

  2. Setuju…!!!!!!
    Semoga Alllah mmbuka mata hati saudara-saudara kita yang begitu simbolis dgn jubahnya, arogan dgn kyakinnannya….
    Mengobarak-abrik kandang-kandang kuda (baca Bar, Diskotik), kmudian mmaksa kuda untuk bersikap sprti manusia : pakai baju sopan, tdak minum air kotor, tdak snggama smbarangan, bahkan maksa pakai Syari’at itu mlanggar HAM (Hak Asasi Monyet)…..kbablasan….

  3. Cegah dengan kekuasaan, atau cegah dengan perkataan atau cegah dengan lisan.

    Karena yang jahiliyah orang yang berkuasa, maka perkataan tidak di dengar dan hanya bisa dalam hati.

    Jadi…. ya.. meraja lela kemungkaran…. dan kita cukup “…wes tho mas… ojo ngono…”
    dan semakin merajalela… dan azab pun diturunkan….

    ada yang bilang itu azab, bukan !, itu peringatan !, bukan !! itu musibah…. dan sekali lagi “wes tho was… sing sabar….”

  4. Bib ane stuju dgn antm pny ide.. Tapi ane juga pnya ide di daerah petamburan sampai tanah abang itu bnyk tempat maksiat dan lokalisasi..kok dibiarkan menjamur..padahal dlm surat at tahrim quw anfusakum wa ahliikum naaro.. 2.. Antm basmi sj orang2 atheis yg sdh pasti musuh allah.. dunia hancur krn ulah mereka..

  5. Memahami fitnah kehidupan saat ini, benar2 sulit, yang berbuat baik di salahkan yg berbuat salah di benarkan atau di diamkan.Mau jadi apa negri ini, mau d bawa kemana generasi islam akankan semua di bawa keneraka, trus tanggung jawab siapa? Kalau saya boleh memilih saya lebih baik hidup bersama dengan orang muslim bukan islam dalam sebuah kelompok yg saling menyayangi tapi ini, begitupun kelompok kemunkaran hidup dlm kelompoknya,terserah berbuatlah kemunkaran sampai datang azab Allah.tapi ini kehidupan,perang abadi antara kebaikan dan kemunkaran yg saling mempengaruhi memberikan madu atau racun.kenapa yg dibesar-besarkan hanya anarkisnya doang, FPI hanya membendung penularan racun ibaratnya racunnya sudah menyebar kalo hanya di berikan dosis rendah tidak mempan,maka di kasih dengan dosis tinggi maka racun itu sementara berhenti, bila di biarkan maka racun itu akan menjadi besar maka akan bertambah sulit mengobatinya, kalo sudah sulit maka datanglah bencana yaitu kematian dari racun itu sendiri entah bencana gempa, tsunami, banjir dll. Itu saja dari saya, semoga tentara Allah di berikan kemenangan.

  6. coba lihat komentar anda

    “kawan-kawan kita di FPI memahami terlebih dahulu makna al-Islam, Muslim, Jahiliyah, musyrik menurut Qur’an-Sunnah bukan menurut identitas yang tertera dalam Kartu Penduduk/KTP.”

    anda sungguh sudah mnghakimi fpi, saya tau fpi bertindak dengan proses, bukannya langsung dengan kekerasan….
    saya bertanya kepada anda, apa yang anda perbuat untuk mencegah kemungkaran?, apa yang anda perjuangkan terhadap agama anda?

  7. apakah rasulullah pernah mrusak rumah2,menganiaya org2 bahkan membunuhnya?silahkan cari quran dan hadistnya yg menerangkan begitu..!! itulah yg d lakukan FPI,mereka so qurani,so islami.pdhal tdk ada bedanya dgn prampok dan pembunuh.tak perlu memaksakan hidayah kpd sseorang krna hdayah dtangnya dr allah,ini d dunia bukan d surga yg d dlmny ada yg muslim dan kafir.ini negara demokratis bukan negara islam.saya harap FPI lbh bjaksana dlm brfkir dan jgn mrusak citra islam yg cnta damai,tentram,dan sling mnghormati n menghargai.

  8. Assalamu’alaikum akhi. Ana sangat setuju dgn tulisan antum,dan u/ ikhwah yg di FPI,mari kita berbenah diri sblum membenahi org lain,mari kita tebarkan wangi Islam ke pelosok negeri dgn cara Rasulullah yg amat sangat santun dan tawadhu. Mulai skarang,mari kita bersama2 menuntun saudara kita ke jalan Islam yg sesuai dgn Qur’an dan sunnah yg juga dgn cara yg sesuai Qur’an dan Sunnah. Wassalam

  9. maaf wan, ana mo tny antum yg buat site ini sayyid?🙂
    alangkah baikny apabila kita mengkaji apakah perintah sang habib (hb.Rizieq syihab) utk meng-obrak abrik ataukah ‘org lain’ yg berseragam FPI yg mlkukan pengrusakan?? terus terang ana ga berani menghina cucu Rosulullah SAW mskipun ada seorang habib muda yg ana kenal msh bandel, krn ana takut habib muda itu lbh baik dr ana ktk tobat. Apalagi habib Rizieq sbg pilar terdepan umat dlm mghdpi jaman kesetanan dgn kitab brnma UUD dan tuhan pancasila.. alangkah baikny apabila kita lembutkan kt2 kita. (sya disini tdk memihak FPI & bkn anggotanya) mgkn anggota2 FPI di tingkat grass-root yg ‘salah’ memahami command atasanny shgga brutal. Wallahualam bishawab
    smg antum dan semua disini bs terus brjuang dlm ke istiqomahan di jln Rosulullah SAW.Amin
    -salam dr pemabuk-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s