Selamat Tahun Baru Jahiliyah

Hari ini Jum’at, tanggal 01-01-2010 menurut penanggalan Masehi/Tahun Syamsiyah, manusia di seluruh dunia-tidak ketinggalan yang mengaku umat islam merayakan ritual tahunan yang dimulai tadi malam, pukul 00.00. Meniup terompet, menyalakan kembang api, berposta pora hingga larut malam bahkan hingga dini hari tadi.

Penyambutan tahun baru masehi seakan sesuatu yang wajib dilakukan dengan berbagai cara dan pesta pora. Dari manakah awal mula kebiasaan yang seakan jadi “ibadah” tahunan ini?.

Mereka, khususnya umat islam mejawabnya cukup dengan tidak tahu karena ini sudah menjadi budaya rutin yang turun temurun. Kita harus melestarikannya, begitulah kilahnya. “Jika mereka diseru untuk menjalankan apa-apa yang diturunkan Allah (al-Qur’an) dan kepada Rasul (as-Sunah) mereka menjawabnya, cukuplah apa-apa yang datang dari nenek moyang kami, walaupun nenek moyang mereka (melakukan hal itu) tidak tahu dan tidak berdasarkan petunjuk” (Qs 5 : 104).

Atau mereka melakukan budaya itu, karena memang kebanyakan orang merayakannya. Jika dia tidak ikut serta akan dicap sebagai orang yang ketinggalan jaman, tidak bergaul dsb. “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi ini, niswcaya nereka akan menyesatkanmu, mereka tiada lain hanyalah berprasangka dan berbuat kebohongan belaka….”(Qs 6:116).

Apalah namanya orang-orang semacam itu, kalau bukan disebut orang-orang jahiliyah, bodoh, dungu, tak ubahnya kambing congek?. Padahal Allah telah menganugerahinya dengan berbagai potensi yang tidak dimiliki makhluk lain, yang potensi tersebut untuk bisa memfilter mana yang benar dan salah(Qs 7:179).

Ya…kita harus mengakui, sadar atau tidak sadar bahwa panggung dunia ini, kini, hingga saat ini masih dikuasai oleh rajanya orang-orang jahiliyah, Thogut. Jadi kejahiliyahan bukan diukur oleh primitif tidaknya suatu peradaban, atau kejahiliyahan hanya terjadi pada suatu kurun waktu tertentu. Kejahiliyahan akan senantiasa bergilir dengan jaman tegaknya kebenaran (al-Islam). Dan kita hidup pada jaman kejahiliyahan itu sedang berjaya. Untuk itu, bagaimana peragaan hidup yang dicontohkan oleh para rasul Allah hingga Rasululah Saw ketika kejahiliyahan sedang manggung?. Berpangku tangan dengan hanya cukup melafalkan do’a-do’a, dzikir-dzikir dan pujian-pujian/sholawat atas nabi dengan berharap berkah darinya. Seraya menutup mata dari fenomena sosial (ayat kauniyah), seakan-akan Islam sedang berjaya hingga tidak perlu lagi diperjuangkan dengan pengorbanan ala nabi dan para sahabatnya ketika melawan tirani kejahiliyahan.

Jadi tidak heran jika penyambutan  tahun masehi ini dengan cara-cara jahiliyah, pesta pora dan senang-senang. Beri kabar gembiralah mereka dengan adzab yang pedih, “Janganlah kamu terpesona dengan pola tingkah, pesta pora orang-orang kafir di muka bumi ini, itu hanyalah kesenangan sesaat dan tempat kembali mereka adalah neraka  jahannam” (Qs ali Imron).

Wahai umat islam, sadarlah, Iqro’ dan qum faandzir,,,sedang dalam keadaan bagaimana jaman antum hidup?.

4 thoughts on “Selamat Tahun Baru Jahiliyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s